Truk Batu Bara di Muara Enim Melintas di Luar Kesepakatan Berpotensi Memperkeruh Suasana

Truk Batu Bara di Muara Enim Melintas di Luar Kesepakatan Berpotensi Memperkeruh Suasana

Truk Batu Bara Melintas di Luar Kesepakatan di Muara Enim Berpotensi Memperkeruh Suasana. Foto : Pal TV/DNN--

MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Truk batu bara melintas di luar kesepakatan berpotensi memperkeruh suasana, padahal sebelumnya, polemik antara warga Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, dengan perusahaan tambang batu bara soal angkutan batu bara yang sempat memanas sepekan terakhir mulai reda.

Namun sayangnya, suasana damai itu sempat ternoda karena ulah sopir yang masih melintas di luar kesepakatan.

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena itu berpotensi memperkeruh suasana,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim, Kasman MA kepada enimekspres.co.id, Jumat 16 Juni 2023.

Menurutnya, karena sebelumnya sudah ada kesepakatan antara warga dan perusahaan tambang soal aturan angkutan truk batu bara, maka masing-masing pihak diimbau untuk mentaati.

BACA JUGA:Warga Tanjung Enim Bakal Demo PT Bukit Asam, Ini Terkait Truk Batu Bara di Muara Enim yang Sudah Meresahkan

BACA JUGA:Jalan Khusus Truk Batu Bara Terganjal IUP PT Bukit Asam, Masyarakat Tanjung Enim Bilang Begini

Kepada perusahaan agar melakukan kontrol terhadap aturan yang sudah disepakati.

Demikian pula sebaliknya, kepada warga agar tetap menahan diri, tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

“Komitmen terhadap kesepakatan yang sudah dicapai harus ditegakkan,” ucapnya.

Ditambahkan, dirinya mendukung dengan pernyataan pihak kepolisian yang akan melakukan tindakan penangkapan atau penilangan terhadap truk batu bara yang ngotot melintas di siang hari.

BACA JUGA:Hey Sopir Truk Batu Bara! Jangan Coba-coba Melintas di Luar Jam Kesepakatan Jika Tidak Mau Ditangkap

BACA JUGA:Warga Tanjung Enim Sudah Trauma dengan Keberadaan Truk Batu Bara, Jalan Khusus Harga Mati!

“Ya, saya sepakat jika ada angkutan truk batu bara melanggar harus ditindak,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, kisruh soal truk batu bara antara warga Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan pihak perusahaan pertambangan belakangan ini berakhir di meja perundingan, Rabu 14 Juni 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: