Harga Sawit Naik Tapi Belum Menutupi Biaya Pemupukan
Salah satu petani Desa Gunung Megang Dalam, tengah memanen buah kelapa sawit. Foto : Istimewa--
MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Meskipun tren harga komoditas sawit sedang merangkak naik.
Tetapi keuntungan petani tetap tergerus akibat biaya produksi, khususnya pupuk yang harganya jauh lebih mahal.
"Naiknya harga sawit saat ini belum cukup untuk menutupi beban biaya pemupukan," ujar Makmur (56), salah satu petani Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu 28 Maret 2026.
Diterangkannya, saat ini harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di pabrik naik Rp30, dari harga Rp3.500 menjadi Rp3.530.
BACA JUGA:Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit, Optimis Capai Target 2026
BACA JUGA:Warga Manfaatkan Lahan Sawit jadi Sumber Pangan
"Informasi harga sawit pabrik sawit hari ini naik 30 rupiah. Kenaikan harga jual kelapa sawit ini masih belum mampu mengimbangi tingginya harga pupuk di pasaran," ujarnya.
Untuk pupuk NPK non subsidi saat ini di harga Rp400 ribu.
Belum lagi para petani sawit sering menghadapi tantangan musim trek, di mana memasuki musim trek produksi buah menurun tajam pasca panen raya dan faktor cuaca ekstrem.
Penurunan tersebut bisa mencapai angka 50 persen, namun bukan berarti tidak bisa diantisipasi dengan cara pemberian pupuk secara rutin, pengaturan sistem irigasi yang baik, serta menjaga agar pelepa tanaman tidak dipangkas secara drastis.
BACA JUGA:Keterbatasan Kuota, Petani Sawit di Muara Enim Beralih ke Pupuk Non Subsidi
BACA JUGA:Dorong Swasembada Pangan, Wabup Sumarni Pimpin Tanam Padi Gogo di Lahan Sawit
"Setelah melalui musim trek, ada penambahan buah sawit tetapi tidak banyak. Berbeda dengan sawit umur 5-8 tahun tidak berpengaruh meski memasuki musim trek karena masih memasuki fase produktif," terangnya.
Artinya, lanjut Makmur, kenaikan harga TBS saat ini belum seimbang dengan harga pupuk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
