Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara di Muara Enim Curi Start Melintas dan Parkir Sembarangan

Tampak angkutan batu bara tengah parkir di Jalan SMB II Kota Muara Enim. Foto : Istimewa--
Hal ini menghambat proses pengiriman sayur-mayur.
Ia mengatakan, biasanya pukul 22.00 WIB sudah tiba di Pasar Muara Enim, namun kini baru tiba pukul 02.00 WIB dini hari.
BACA JUGA:Truk Angkutan Batu Bara Ini Nyaris Renggut Nyawa Warga Desa Seleman Muara Enim, Ini Sebabnya
Begitu juga sebaliknya dari arah Muara Enim menuju Semende, juga kadang berangkat pukul 15.00 WIB dari Muara Enim tiba di Semende pukul 24.00 WIB, hal itu terjadi karena kemacetan.
"Perjalanan yang mestinya ditempuh paling lama 4 jam menjadi 9 jam, itu tentu banyak merugikan masyarakat, belum lagi debu yang berterbangan sudah sangat parah, baik debu batu bara atau debu biasa," ujarnya.
Belum lagi dampaknya terhadap sopir pengangkut buah-buahan.
Menurutnya, jika durian bisa merugi besar karena buah terbelah (melahang), pengepul kadang tidak mau merima buah yang terlanjur matang.
BACA JUGA:Dewan Minta Pj Bupati Muara Enim Evaluasi Aktivitas Pengangkutan Batu Bara PT DBU, Ini Sebabnya
BACA JUGA:Jalan di Muara Enim Dikepung Debu, Warga Minta Pemerintah Evaluasi Izin Angkutan Batu Bara
Lebih parah lagi, ia menyesalkan banyaknya angkutan batu bara yang kerap parkir di sepanjang Jalan SMB II Kota Muara Enim, yang membuat jalan menjadi sempit sehingga rawan kecelakaan.
Terparkirnya kendaraan tersebut sangat mengganggu warga pengguna jalan, begitu juga warga yang ingin menyeberang.
"Karena kendaraan yang datang tidak terlihat karena terhalangi oleh badan kendaraan," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: