
Tapi alangkah kagetnya Tan Bun An ternyata isi guci bukanlah emas tapi sayuran.
Dia marah dan membuah guci itu ke sungai.
Tapi belakangan Tan Bun An diberi tahu bahwa di guci itu hanya diselimuti sayuran, emas ada di dalam sayuran dalam guci.
BACA JUGA:Danau Biru Kedukan, Salah Satu Wisata Hits di Banyuasin yang Wajib untuk Dikunjungi
BACA JUGA:3 Wisata di Palembang Sumsel yang Seru, Cocok Dikunjungi Bersama Anak-anak Saat Weekend
Dia pun terjun ke sungai untuk mengambil kemabi guci yang sudah dibuangnya tadi.
Tapi malang, Tan Bun An tak kunjung muncul ke permukaan.
Menyaksikan itu, Siti Fatimah pun bersama pengawalnya bermaksud membantu dan ikut terjun ke sungai.
Sama juga, Siti Fatimah dan pengawal pun tak juga muncul ke permukaan.
BACA JUGA:Jika Sedang Wisata ke Lahat, Jangan Lewatkan Rekomendasi Kuliner Ini, Di Sini Lokasinya
BACA JUGA:Bukan Hanya Hits, Wisata Kampung Ya Saman Cindo di Banyuasin Juga Instagramable
Mengenang kisah dramatis itulah dibangun kuil dan mereka dimakamkan disitu.
Cara menuju ke lokasi tidak sulit.
Gampangnya, kamu ke pelataran Jembatan Ampera atau taman Benteng Kuto Besak, Palembang.
Di pinggir Sungai Musi itu banyak perahu-perahu kecil yang biasa disebut perahu ketek.
BACA JUGA:Lagi Liburan ke Pagaralam, Yuk Mampir ke Wisata Edukasi Kebun Stroberi Gunung Dempo