Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya perusahaan membuka ruang pengembangan bagi pekerja agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja. Foto : Istimewa--
JAKARTA, ENIMEKSPRES.CO.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan perusahaan tidak cukup hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga perlu membuka ruang agar pekerja dapat terus berkembang.
Menurutnya, pekerja tidak seharusnya bertahun-tahun berada di posisi yang sama tanpa kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan menyiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.
Menaker menekankan pengembangan pekerja merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.
Selain itu, membantu pekerja berkembang bukan semata bentuk kepedulian, melainkan juga strategi jangka panjang bagi perusahaan.
BACA JUGA:Menaker: Program Magang Buka Peluang Kerja Bagi Lulusan Baru
BACA JUGA:Menaker Tinjau Posko THR dan BHR Keagamaan 2026, Pastikan Hak Pekerja Terlindungi Jelang Lebaran
Pekerja yang diberi ruang untuk tumbuh akan memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan tempatnya bekerja, sekaligus mendorong ketahanan perusahaan di tengah perubahan.
“Ini harus kita pahami sebagai s ebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang,” ujar Yassierli.
Ia menjelaskan, pekerja yang merasa didukung tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban, tetapi juga memiliki semangat, rasa memiliki, dan keinginan untuk memberi kontribusi lebih.
Karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerja merasa perannya berarti.
BACA JUGA:Cara Ampuh Kemnaker Agar Pencaker Cepat Dapat Kerja lewat Walk-In Interview
BACA JUGA:Wamenaker: Pelatihan Vokasi Tak Boleh Sekadar Formalitas, Harus Perluas Peluang Kerja
“Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka,” kata Yassierli.
Selain itu, Yassierli menilai nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah perlu terus dihidupkan dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
