Gubernur Herman Deru Minta Pembangunan Jembatan Muara Lawai Segera Dimulai
Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Sumatera Selatan, Andi Asmara. Foto : OZI/ENIMEKSPRES.CO.ID--
LAHAT, ENIMEKSPRES.CO.ID - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru meminta kepada Asosiasi Pertambangan Batu Bara Sumsel untuk segera memulai pembangunan Jembatan Muara Lawai di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Jembatan ini sebelumnya ambruk disebabkan oleh angkutan batu bara.
Orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini, menginginkan agar sudah ada aksi untuk dimulai pembangunan jembatan yang telah ambruk tersebut di bulan Ramadan tahun ini.
"Kita akan turunkan tim untuk segera mulai pembangunan jembatan ini secepatnya," ujar Herman Deru saat melakukan Groundbreaking Flyover Km 111, di Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, pada Jumat 16 Januari 2026.
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Tuntut Percepatan Perbaikan Jembatan Muara Lawai Lahat
BACA JUGA:Gubernur Sumsel: Rekonstruksi Jembatan Muara Lawai Bukti Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Herman Deru mengatakan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BBPJN) Sumatera Selatan, menyebut penyelesaian pembangunan Jembatan Muara Lawai diperkirakan paling lama 6 bulan setelah dimulai.
"Kalau bisa di bulan puasa sudah ada actionnya supaya dapat disegerakan," katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Sumatera Selatan, Andi Asmara, menyampaikan pihaknya telah melakukan serah terima dengan BBPJN Sumsel.
"Karena ini menyangkut jalan negara, sudah kita lakukan persiapan sesuai dengan instruksi Pak Gubernur itu akan kita segerakan. Kita tunjuk kontraktor, desain lalu action," ujarnya.
BACA JUGA:Asosiasi Pertambangan Bangun Kembali Jembatan Muara Lawai-B
BACA JUGA:Dampak Jembatan Muara Lawai Ambruk, 600-an Karyawan Kontraktor dan Transportir Dirumahkan
Kejelasan ini pun menjawab pertanyaan masyarakat soal pembangunan Jembatan Muara Lawai setelah lebih dari 4 bulan dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan pembangunan kembali jembatan tersebut.
Dengan dibangunnya kembali Jembatan Muara Lawai yang merupakan akses utama sejak tahun 1980, diharapkan tidak lagi menghambat lalu lintas masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
