Saran Pegawai Dukcapil, Teliti Saat Terima Data Kependudukan, Perbaikan di Kemudian Hari Ribet

Saran Pegawai Dukcapil, Teliti Saat Terima Data Kependudukan, Perbaikan di Kemudian Hari Ribet

Identitas diri, KTP, KK, Akta Kelahiran. Foto : Ilustrasi/Istimewa--

ENIMEKSPRES.CO.ID - Saran Pegawai Dukcapil, Teliti Saat Terima Data Kependudukan, Perbaikan di Kemudian Hari Ribet.

Data kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran termasuk dokumen penting krusial.

Oleh karena itu, ketiga data tersebut harus benar-benar diperhatikan keakurasiannya.

Misalnya, nama di KK, KTP, dan Akta Kelahiran, semuanya harus sama, tidak boleh ada yang berlainan meskipun itu hanya satu huruf atau satu angka saja.

BACA JUGA:Keren! Guru SMK Negeri 1 Tanjung Agung Manfaatkan Barang Bekas Jadi Kompresor Portable

Begitu juga dengan tanggal lahir, tempat kelahiran, tahun kelahiran sampai kepada Nomor Induk Kependudukan (NIK), juga harus sama.

Data-data kependudukan tersebut harus dipastikan kebenarannya saat proses awal selesai.

“Kami selalu mengimbau teliti saat terima sudah jadi, pastikan tidak ada kesalahan,” kata seorang pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

Sanis Aprinzah, warga Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim mengaku dirinya terpaksa melakukan perbaikan karena ada ketidaksamaan antara nama yang tertera di Akta Kelahiran dengan yang terdapat di KK.

BACA JUGA:Nama Bocah Ini Terdiri Atas 118 Huruf, Akta Kelahiran Tak Bisa Terbit

“Nama saya di Akta Kelahiran Aprinzah, tapi tertera di KK Aprinsah, beda antara huruf S dan Z, jadi saya minta perbaikan,” ujarnya kepada enimekspres.co.id di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan kepada enimekspres.co.id, Selasa 5 September 2023.

Menurutnya, kesalahan itu baru diketahui dalam beberapa terakhir ini, maka khawatir akan menimbulkan masalah di kemudian hari, maka dia mengaku harus memperbaiki.

Menurutnya memang ribet, karena untuk proses perbaikan ini butuh waktu mengingat tempat kediamannya ke ibukota kabupaten membutuhkan waktu sekitar 1,5-2 jam.

“Butuh waktu karena jarak dari desa kami di Rambang Niru ke Muara Enim sekitar 2 jam, ya harus meninggalkan pekerjaan lain,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: