Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengingatkan generasi muda agar tidak bertahan pada kemampuan lama. Foto : Istimewa--

Yassierli menyebut model T-Shaped (mendalam di satu bidang, memahami bidang lain), Pi-Shaped (memiliki dua keahlian utama), hingga M-Shaped atau multi-spesialisasi yang terintegrasi sebagai gambaran skillset yang perlu dibangun anak muda.

Agar generasi muda memiliki akses untuk mengembangkan skillset tersebut, Yassierli menegaskan Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan vokasi yang adaptif. 

BACA JUGA:26.775 Pekerja Rentan di Muara Enim Dapat Perlindungan Sosial

BACA JUGA:Wabup Sumarni Dorong KADIN Perkuat Daya Saing UMKM dan Perluas Lapangan Kerja Lokal

Menurutnya, BLK tidak lagi hanya mengajarkan keterampilan konvensional, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan talenta yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Ia menambahkan, kunci agar proses peningkatan kompetensi berjalan konsisten adalah growth mindset.

Yassierli mengingatkan sekitar 50 persen pekerjaan di industri diprediksi akan berubah dalam 10 tahun ke depan, sehingga kemampuan untuk terus belajar ulang menjadi keharusan bagi pekerja, termasuk generasi muda.

“Tantangan kita saat ini adalah pekerja yang tidak mau belajar hal baru. Padahal, growth mindset adalah kunci manusia beradaptasi. Teruslah belajar di balai-balai kami,” ujarnya.

BACA JUGA:Gelar Top Talk Safety, PTBA Gaungkan Pentingnya Peran Keluarga Cegah Kecelakaan Kerja

BACA JUGA:Wabup Sumarni: Tekan Angka Kemiskinan Melalui Kerja Sama Lintas Sektor

Selain menyiapkan kompetensi, Yassierli juga menyoroti peluang yang kini terbuka lebih luas bagi daerah.

Ia menilai ekonomi digital tidak lagi hanya terpusat di kota besar.

Dengan 70 persen pengguna digital baru berada di daerah, Kabupaten Lahat disebut memiliki potensi besar untuk mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif.

Karena itu, Yassierli mendorong kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pe mangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan dan pengembangan talenta di daerah.

BACA JUGA:Atasi Pengangguran, Pemkab Muara Enim Gelar Pelatda Praktek Kerja ke Jepang

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: