Jangan Tunggu Kuning, Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia
dr. Ahmar Abyadh, Sp.PD-KGEH, FINASIM, Mkes. Foto : Istimewa--
Penularan utama terjadi secara perinatal, yaitu dari ibu ke bayi saat proses persalinan.
Tantangan diperparah oleh masih rendahnya cakupan vaksinasi hepatitis di beberapa wilayah, serta terbatasnya akses skrining di daerah terpencil.
BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Rencanakan Bangun Gedung RSUD Rabain dengan 13 Lantai
BACA JUGA:8 Manfaat Mangga Muda untuk Kesehatan Tubuh
Gejala umum hepatitis yang kerap diabaikan antara lain:
- Kulit dan mata menguning
- Urine berwarna gelap seperti teh
- Tinja pucat
- Kelelahan ekstrem
- Nyeri di perut kanan atas
- Mual, muntah, kehilangan nafsu makan
- Demam ringan
BACA JUGA:Wajib Tahu! Ini Manfaat dan Efek Samping Mengonsumsi Tutut
BACA JUGA:Yuk Coba! Ini Manfaat Pisang Tanduk Rebus
Gejala hepatitis pada anak sering kali lebih ringan atau bahkan tidak tampak.
Padahal, infeksi bisa terjadi sejak bayi dan menetap seumur hidup bila tidak tertangani.
“Anak-anak, terutama bayi, bisa terinfeksi hepatitis B sejak lahir dan tidak menunjukkan gejala sama sekali,” jelas dr. Ahmar Abyadh, Sp.PD-KGEH, FINASIM, Mkes, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Primaya Hospital Bekasi Barat, dalam rilis yang diterima enimekspres.co.id, Sabtu 1 Agustus 2025.
“Deteksi dini lewat tes darah sangat penting, karena infeksi kronis bisa menyebabkan kerusakan hati bertahap selama bertahun-tahun," lanjutnya
BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis di Rumah Sakit Pratama Lewat Penugasan Khusus
BACA JUGA:7 Manfaat Merah Delima untuk Kesehatan Tubuh, Kamu Wajib Tahu!
Jika gejala muncul, biasanya berupa:
- Penurunan nafsu makan
- Rewel dan mudah lelah
- Muntah berulang
- Warna urine gelap dan tinja pucat
- Kulit atau mata menguning
BACA JUGA:Waspada! Ini Efek Samping Jika Keseringan Makan Gorengan
BACA JUGA:8 Manfaat Buah Pepaya untuk Kesehatan, Yuk Ketahui di Sini
Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari tanda-tanda tersebut atau menganggapnya sebagai penyakit ringan biasa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
