ENIMEKSPRES.CO.ID - Di era digital saat ini, informasi lowongan kerja semakin mudah ditemukan melalui media sosial, website, hingga aplikasi chat.
Namun, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan berkedok rekrutmen kerja.
Agar tidak menjadi korban, pencari kerja perlu memahami cara membedakan lowongan kerja asli dan palsu.
BACA JUGA:Kenapa Sulit Dapat Kerja Meski Banyak Lowongan? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
BACA JUGA:Ide Pekerjaan Sampingan yang Bisa Dikerjakan dari HP
1. Periksa Legalitas Perusahaan
Langkah pertama adalah memastikan perusahaan yang membuka lowongan benar-benar ada dan terdaftar secara resmi.
Cek melalui website resmi perusahaan, Google Maps, atau portal bisnis seperti AHU Online Kemenkumham untuk memastikan legalitasnya.
Jika perusahaan tidak memiliki jejak digital yang jelas, patut dicurigai.
BACA JUGA:Kamu Harus Tahu! Ini 7 Skill yang Benar-Benar Dipakai di Dunia Kerja
BACA JUGA:Jangan Sampai Jadi Korban Penipuan! Ini Tanda-tanda Lowongan Kerja Palsu yang Harus Diwaspadai
2. Waspadai Permintaan Uang di Awal
Lowongan kerja asli tidak akan meminta biaya pendaftaran, administrasi, atau pelatihan di awal proses rekrutmen.
Jika ada permintaan transfer uang dengan alasan apapun, besar kemungkinan itu adalah penipuan.
BACA JUGA:Tips Memulai Usaha Sampingan Sambil Tetap Bekerja
BACA JUGA:Tips Cari Kerja Sesuai Passion dan Skill Agar Karier Lebih Berkembang
3. Cek Email dan Kontak Resmi
Perusahaan profesional biasanya menggunakan email dengan domain resmi, misalnya: @namausahaan.com.