Sekda Sumsel Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila

Senin 02-06-2025,11:17 WIB
Reporter : Citra
Editor : Andre

PALEMBANG, ENIMEKSPRES.CO.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H. Edward Chandra, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin pagi 2 Juni 2025.

Dalam amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, yang dibacakan Sekda Edward Candra, menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.

“Tanggal 2 Juni 2025 ini kita memperingati momentum penting, yakni meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Pancasila adalah jiwa bangsa dan bintang penuntun dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” ucapnya.

Pancasila merupakan rumah besar bagi keberagaman bangsa. Dalam nilai-nilainya tercermin persatuan, bukan perpecahan.

BACA JUGA:Hari Lahir Pancasila Momentum Mempererat Persatuan

BACA JUGA:Maknai Hari Kesaktian Pancasila, Sekda Sumsel Ajak Amalkan Kandungan Nilai-Nilai Luhur Pancasila

Pemerintah pun telah menetapkan penguatan ideologi Pancasila sebagai bagian dari Asta Cita pembangunan nasional.

“Kemajuan tanpa pondasi ideologi akan mudah goyah. Maka, memperkokoh ideologi Pancasila berarti meneguhkan kembali semangat kebangsaan. Di tengah tantangan paham ekstrim dan ancaman disintegrasi, kita dipanggil untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Edward.

Ia menegaskan, penanaman nilai-nilai Pancasila harus dimulai sejak dini, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi, untuk membentuk karakter bangsa yang tangguh.

Di ranah pemerintahan, nilai Pancasila juga harus tercermin dalam pelayanan publik yang berkeadilan.

BACA JUGA:Sekda Sumsel Dorong Pelestarian Budaya

BACA JUGA:Percepat Penanganan Banjir, Gubernur Sumsel Tinjau Lokasi Pembuatan Kolam Retensi di OKU

Di bidang ekonomi, Sekda mengingatkan bahwa kemajuan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir pihak.

Sementara itu, dalam ruang digital, etika dan kesadaran kolektif harus dikedepankan, termasuk menghentikan ujaran kebencian.

“BPIP sebagai lembaga pembina Pancasila terus menghadirkan berbagai program penguatan ideologi agar Pancasila makin membumi di seluruh lapisan masyarakat. Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni. Kita ingin kemajuan yang adil, bukan hanya secara teknologi,” jelasnya.

Kategori :