Iklan Ramadan TeL

Gubernur Herman Deru Ingatkan Peran Ulama dan Umaro Jaga Stabilitas Sumsel

Gubernur Herman Deru Ingatkan Peran Ulama dan Umaro Jaga Stabilitas Sumsel

Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Forum Ukhuwah Ulama dan Umaro Sumatera Selatan (FU3SS) serta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di kediaman Kgs. H. Hermansyah Mastari. Foto : Istimewa --

PALEMBANG, ENIMEKSPRES.CO.ID - Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Forum Ukhuwah Ulama dan Umaro Sumatera Selatan (FU3SS) serta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di kediaman Kgs. H. Hermansyah Mastari, Minggu 15 Maret 2026.

Acara tersebut turut dihadiri pendakwah nasional, Ustaz Abdul Somad (UAS).

Pada kesempatan itu, Herman Deru mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru FU3SS yang kini dipimpin oleh Ustaz Kemas Muhammad Ali.

Ia menilai kepengurusan tersebut memegang peranan penting dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel).

BACA JUGA:Di Hadapan Praja IPDN, Gubernur Herman Deru Ingatkan Pentingnya Profesionalitas dan Netralitas Aparatur

BACA JUGA:Wagub Sumsel Pererat Silaturahmi dengan Jemaah Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II

Menurutnya, ketua forum memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara ulama, pemerintah, dan umat.

“Amanah ini bukan tugas yang ringan. Ketua FU3SS harus mampu menjadi jembatan yang menyelaraskan hubungan antara pemerintah dengan ulama, ulama dengan umat, serta umat dengan pemerintah,” kata Herman Deru.

Ia menegaskan, apabila ketiga elemen tersebut dapat berjalan selaras, maka stabilitas daerah akan tetap terjaga dengan baik.

Herman Deru mengatakan bahwa Sumatera Selatan dikenal sebagai daerah dengan predikat zero conflict.

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Apresiasi Gerakan Pangan Murah, Upaya Tekan Panic Buying Jelang Idulfitri

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik Lebaran

Namun, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut harus terus dijaga melalui pendekatan yang moderat serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika zaman.

“Sumatera Selatan merupakan daerah yang sangat heterogen. Hampir semua suku, agama, dan bahasa ada di sini. Oleh karena itu, kita tidak bisa bersikap kaku dalam menyikapi perbedaan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait