
Keasaman yang baik akan memiliki rasa manis seperti buah segar, langsung terasa saat menyesap kopi.
Di sisi lain, terlalu banyak keasaman dianggap tidak menyenangkan.
Tingkat keasaman yang tinggi seperti kopi Afrika Timur seperti dari Kenya dan tingkat keasaman yang rendah seperti kopi Sumatera seringkali menjadi patokan para pencicipnya.
BACA JUGA:Mudah! Ini Tips Menjaga Kualitas Bubuk Kopi di Rumah
Usai mencicipi, pecinta atau penikmat kopi bisa merasakan rasa dan aroma positif yang terpancar dari rongga mulut.
Jika setelah dicicipi langsung hilang dan rasanya tidak enak lagi, maka kopi tersebut bisa dianggap kualitasnya buruk.
Dan yang terakhir, seluruh aspek aroma, rasa dan keasaman harus seimbang.
Jika ada aspek yang hilang, maka nilai keseimbangan akan berkurang. (*)