Sumsel Cetak Sejarah, Jadi Provinsi Pertama Terapkan Manajemen Talenta ASN di Regional BKN VII
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Korps Pegawai Republik Indonesia Tahun 2025, bertempat di Griya Agung Palembang, Sabtu 4 Oktober 2025. Foto : Istimewa--
PALEMBANG, ENIMEKSPRES.CO.ID - Di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru, Provinsi Sumsel kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Sumsel menjadi provinsi pertama di Regional BKN VII yang menerima surat persetujuan penerapan Manajemen Talenta ASN dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BKN RI yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, kepada Gubernur Herman Deru.
Prosesi penyerahan dilakukan pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Korps Pegawai Republik Indonesia Tahun 2025, bertempat di Griya Agung Palembang, Sabtu 4 Oktober 2025.
BACA JUGA:Wabup Sumarni Ajak ASN Jaga Ketertiban dan Kondusifitas
BACA JUGA:Lantik dan Resmikan 4.991 PPPK Pemkab Muara Enim, Ini Pesan Bupati Edison untuk ASN Baru
Manajemen Talenta ASN merupakan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang dirancang untuk memastikan aparatur sipil negara dapat berkembang sesuai kompetensi dan kinerjanya.
Sistem ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Prof. Zudan menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mengimplementasikan manajemen talenta ASN secara konkret.
Menurutnya, langkah Sumsel ini menjadi contoh bagi provinsi lain untuk segera menata sistem pembinaan karier ASN yang lebih terukur dan transparan.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Sematkan Satyalancana Karya Satya dari Presiden kepada 321 ASN Pemprov Sumsel
BACA JUGA:Sekda Muara Enim Imbau ASN Jaga Lingkungan dari Potensi Kebakaran
“Saya bangga Sumsel menjadi pionir. Ini bukti nyata reformasi birokrasi berjalan di tingkat daerah,” ungkap Prof. Zudan di hadapan peserta Rakernas dari berbagai kementerian dan lembaga.
Ia menekankan bahwa keberhasilan manajemen talenta harus diawali dengan birokrasi yang sehat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
