Nataru PT TeL

Perkuat Ekonomi Berbasis Syariah, Gubernur Sumsel Minta KDEKS Lebih Proaktif

Perkuat Ekonomi Berbasis Syariah, Gubernur Sumsel Minta KDEKS Lebih Proaktif

Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sumatera Selatan (KDEKS Sumsel) di Ruang Tamu Gubernur Sumsel. Foto : Istimewa--

PALEMBANG, ENIMEKSPRES.CO.ID - Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah kembali ditegaskan Gubernur Herman Deru.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sumatera Selatan (KDEKS Sumsel) di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, pekan kemarin.

Gubernur Herman Deru menilai, keberadaan KDEKS Sumsel harus mampu menjadi motor penggerak dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah.

Ia pun meminta agar KDEKS lebih proaktif dan tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi.

BACA JUGA:Sekda Edward Candra Lepas Pemakaman Ekowati Retnaningsih, Birokrat Teladan Pemprov Sumsel

BACA JUGA:Pemprov Sumsel dan BAM DPR RI Perkuat Langkah Bersama Selesaikan Konflik Lahan di Empat Lawang dan OKU Timur

“KDEKS harus hadir di tengah masyarakat. Tugasnya adalah membuat masyarakat semakin paham dan tertarik dengan ekonomi serta perbankan syariah,” katanya.

Menurut Herman Deru, penguatan ekonomi syariah memerlukan kolaborasi yang solid antara KDEKS dengan seluruh perbankan syariah yang beroperasi di Sumsel.

Keterlibatan aktif lembaga keuangan syariah dinilai sangat penting untuk mendukung program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Baik BSI, Bank Sumsel Babel Syariah, maupun perbankan syariah lainnya harus dilibatkan. Sinergi ini menjadi kunci agar ekonomi syariah bisa berkembang secara nyata,” ujarnya.

BACA JUGA:Mobilitas Warga Lebih Efisien dengan Bantuan Khusus Gubernur Sumsel yang Hadirkan Jalan Strategis

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Tekankan Kekompakan Sebagai Kunci Kemajuan Daerah

Ia juga mengingatkan bahwa peran KDEKS bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari upaya syiar untuk membumikan nilai-nilai ekonomi syariah di tengah masyarakat.

“Organisasi harus bergerak. Jika perlu, bangun kemitraan dengan berbagai pihak agar program bisa berjalan efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait