Nataru PT TeL

Diduga Sungai Lengi Tercemar Limbah Tambang, 3 Hari Gunung Megang Krisis Air Bersih

Diduga Sungai Lengi Tercemar Limbah Tambang, 3 Hari Gunung Megang Krisis Air Bersih

Kepala Unit PDAM Lematang Enim Kecamatan Gunung Megang, Nasril, memperlihatkan sampel air baku Sungai Lengi yang berwarna cokelat pekat. Foto : Istimewa--

MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Sebanyak 677 pelanggan air bersih PDAM Lematang Enim Unit Ibu Kota (IKK) Kecamatan Gunung Megang, sudah 3 hari mengalami krisis air bersih.

Pasalnya, air baku Sungai Lengi tidak dapat diolah karena tingkat kekeruhan air baku sudah melebihi ambang batas.

Hal itu terjadi diduga dampak aktivitas pertambangan di hulu sungai.

Makmur (56), salah satu pelanggan PDAM Lematang Enim wilayah Kecamatan Gunung Megang, mengatakan dirinya sekeluarga sudah 3 hari membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA:Pengawas Hauling PT RMK Tewas Tertimpa Dump Truk, Begini Kronologinya

BACA JUGA:Bupati Edison Minta PT RMKE Tingkatkan Kontribusi Dana Peran Serta

"Sehari 15 galon air minum isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari dan ini sudah 3 hari air PDAM tidak mengalir karena air baku tidak bisa diolah," keluh Makmur, Sabtu 1 November 2025.

Diduga tercemarnya mutu air baku Sungai Lengi hingga mengalami kekeruhan dan bercampur lumpur limbah tambang PT RMK menjadi penyebab utama.

"Di sinilah peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk turun langsung melihat kondisi aliran Sungai Lengi karena hal tersebut berdampak pada pengelolaan air bersih. Jangan mengecek air sungai sudah normal alias formalitas," tegas Makmur dengan nada tinggi.

Oleh karena itu, dirinya meminta Bupati Muara Enim Edison untuk segera turun ke lapangan menindaklanjuti keluhan masyarakat Kecamatan Gunung Megang.

BACA JUGA:Pelanggan Keluhkan Distribusi Air PDAM Keruh

BACA JUGA:Jabat Plt Direktur PDAM, Subroto Diperintahkan Segera Perbaiki Pelayanan dan Tambah Pelanggan

Ia juga berharap Bupati memberikan sanksi terhadap pelaku menyebabkan mutu air Sungai Lengi berlumpur sehingga berdampak pada pengelolaan produksi air bersih.

Dikatakanya, semenjak beroperasinya perusahaan tambang batu bara di wilayah Kecamatan Gunung Megang dampak lingkungannya benar-benar terasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: