Mengikuti pelatihan online atau memperoleh sertifikasi akan menjadi nilai tambah.
BACA JUGA:5 Tanda Lingkungan Kerja Sehat yang Wajib Diketahui Pencari Kerja
4. Perbanyak Portofolio
Bagi fresh graduate maupun profesional, portofolio sering kali lebih meyakinkan dibanding sekadar daftar pengalaman.
Portofolio bisa berupa:
- Desain grafis.
- Artikel.
- Video.
- Website.
- Coding.
- Presentasi.
- Hasil penelitian.
- Proyek organisasi.
BACA JUGA:Kebiasaan Karyawan Berprestasi yang Bisa Ditiru, Rahasia Sukses Meningkatkan Karier di Tempat Kerja
5. Lamar Secara Terarah
Jangan mengirim satu CV ke ratusan perusahaan tanpa penyesuaian.
Sebaiknya:
- Pelajari perusahaan.
- Sesuaikan CV.
- Sesuaikan surat lamaran.
- Pelajari deskripsi pekerjaan.
- Tampilkan pengalaman yang relevan.
Strategi ini jauh lebih efektif dibanding melamar secara acak.
BACA JUGA:Berapa Dana Darurat Ideal untuk Karyawan? Ini Cara Menghitungnya agar Keuangan Tetap Aman
6. Bangun Networking yang Sehat
Networking bukan berarti mencari "orang dalam".
Networking adalah membangun hubungan profesional melalui:
- Seminar.
- Webinar.
- Job fair.
- Komunitas profesi.
- Organisasi.
- LinkedIn.
Dari jaringan tersebut, informasi lowongan sering diperoleh lebih cepat.
BACA JUGA:Pekerjaan yang Tidak Tergantikan AI di Masa Depan, Ini Daftarnya
7. Persiapkan Wawancara dengan Baik
Banyak kandidat gagal bukan karena kurang pintar, melainkan kurang siap menghadapi interview.
Pelajari:
- Profil perusahaan.
- Produk atau layanan perusahaan.
- Budaya kerja.
- Pertanyaan interview yang sering muncul.
- Cara menjelaskan pengalaman kerja.
Latihan menjawab pertanyaan juga dapat meningkatkan rasa percaya diri.