Adhi turut juga menambahkan pelabuhan berperan penting untuk mendukung perkembangan MMP ke depannya untuk mewujudkan pembangunan ekosistem industri energi hijau yang berkelanjutan,
“MMP sebagai bagian dari MMS Group Indonesia selalu berkomitmen kepada prinsip bisnis berkelanjutan yang sejalan dengan visi misi Group dalam menjalankan setiap kegiatannya," jelasnya.
"Kegiatan operasional kami didesain untuk dapat meminimalkan carbon footprint sebagai bagian untuk mewujudkan program Net Zero Emission Indonesia 2060,” lanjut dia.
Direktur Keuangan PT PP, Agus Purbianto, mengaku bangga atas kinerja tim proyek Jetty Smelter Nickel MMP karena dapat memegang komitmen penyelesaian proyek sesuai dengan standard Kualitas, safety, dan waktu penyelesaian.
BACA JUGA:4 Desa di Muara Enim Sumsel Masuk KEK, Proyek Strategis Nasional (PSN)
Agus juga berterima kasih untuk kepercayaan yang telah diberikan oleh pihak Owner PT Mitra Murni Perkasa kepada PT PP.
“Kami ucapkan terima kasih Pak Adi beserta jajaran dari MMS Group Indonesia juga dalam memberi kepercayaan kepada PT PP untuk bisa berpartisipasi dalam membangun Port atau Jetty Smelter MMP," ungkapnya.
"Tentunya, atas kesempatan ini kami ucapakan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada PT PP terkait penyelesaian proyek sesuai dengan standard Kualitas, Safety, dan Waktu penyelesaian," kata dia.
"Seperti apa yang disampaikan bahwa Alhamdulillah PT PP bisa memenuhi komitmen untuk dapat menyelesaikan proyek dengan waktu 15 bulan pekerjaan fisik. Memang itu adalah standar PT PP dimanapun kami bekerja, di seluruh area operasi kami, terkait dengan QHSE dan waktu pelaksanaan proyek menjadi concern semua karena terus terang, kepuasan Stake Holder ini menjadi prioritas dari kami," ulasnya.
BACA JUGA:Menkeu Sri Mulyani Realistis, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Direvisi
"Dengan beroperasinya Port atau Jetty dari MMP ini harapannya yaitu operasional dari Smelter Nickel ini bisa berjalan optimal dan tentunya cita-cita dari Group MMS, terspesialisasi MMP untuk membantu program pemerintah dalam transisi energi hijau ini juga bisa segera terlaksana,” tutup Agus. (*)