11 Daerah Hasil Pemekaran Wilayah di Sumsel, Mana Paling Kaya? Simak Datanya di Sini

Minggu 11-06-2023,11:33 WIB
Reporter : Mukhlis
Editor : Andre

Tiga kota sekaligus yang aslinya kotamadya, naik status menjadi kota.

Undang-undang Nomor 6 tahun 2001 tertanggal 21 Juni 2001 telah memisahkan Prabumulih dari Kabupaten Muara Enim sekaligus naik status menjadi kota.

Lalu, Kotamadya Pagaralam yang awalnya bagian dari Kabupaten Lahat, pasca lahir Undang-undang Nomor 8 tahun 2001 naik menjadi kota.

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah di Sumsel: Prabumulih, Pagaralam, Lubuklinggau Tertua, PALI Paling Bungsu

BACA JUGA:10 Rekomendasi Wisata di Pagaralam yang Wajib Dikunjungi, Nomor 9 Ada Danau Unik dengan Air Berwarna Merah

Demikian pula dengan Lubuklinggau yang naik status menjadi kota pada 17 Agustus 2001.

Secara beruntun, melalui Undang-undang Nomor 37 tahun 2003 melahirkan 3 kabupaten sekaligus.

Kabupaten Ogan Ilir berpisah dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) berpisah pula dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Sebelumnya, Undang-undang Nomor 6 tahun 2002 memisahkan Kabupaten Banyuasin dari induknya Kabupaten Musi Banyuasin.

BACA JUGA:Sudah 324 Usulan Pemekaran Wilayah Masuk ke Mendagri, Termasuk dari Sumsel?

BACA JUGA:3 Daerah Terkaya di Sumsel, Tempat Tinggalmu Salah Satunya?

Disusul kemudian Kabupaten Empat Lawang yang ‘cerai’ dengan Kabupaten Lahat pasca muncul Undang-undang Nomor 8 tahun 2006, dan peresmiannya pada 20 April 2007.

Dilanjutkan dengan Musi Rawas beribukota di Muara Rupit memekarkan diri dari Lubuklinggau pada tahun 2005.

Paling bungsu, lahir Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dari ‘rahim’ Kabupaten Muara Enim melalui Undang-undang Nomor 7 tahun 2013 tanggal 11 Januari 2013.

Sementara itu soal pemekaran ini mendapat tanggapan langsung dari Gubernur Sumsel Herman Deru.

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah di Sumsel Dinilai Sukses, Gubernur Sumsel Herman Deru Sebut Jangan Membebani

Kategori :