Peningkatan jalan Simpang Aur-Muara Harapan Segmen I belum dilakukan penghamparan batu agregat.
Kemudian peningkatan jalan Simpang Aur-Muara Harapan Segmen II baru dilakukan pengamparan batu agregat belum selesai.
Parahnya lagi, kata politisi Gerindra ini, untuk menuju ke Segmen III tidak bisa menyeberang karena jembatannya baru akan dibangun dan anggarannya mencapai Rp30 miliar.
"Ini jembatan menuju arah Segmen III baru dimulai pembangunan. Ditemukan diduga menggunakan besi bekas dan tidak ada papan nama proyek," ucap Hardianto.
BACA JUGA: Lagi Cari Pekerjaan? Ini 5 Situs Lowongan Kerja di Sumatera Selatan yang Wajib Kamu Coba
BACA JUGA: Mantap! Bukit Selabu di Sumatera Selatan Ini Masuk Daftar 25 Top Desa Cantik se-Indonesia
"Kalau dilihat secara kasat mata jalan Simpang Aur-Muara Harapan Segmen I, II, III bekisar 40 persen baru dikerjakan karena cor beton ngampar batu belum selesai dan diprediksi tidak akan selesai dan bisa mangkrak,” sebut dia.
Dirinya menyesalkan hampir setiap tahun pekerjaan di Dinas PUPR asal-asalan.
“Kasihan anggaran sudah besar, pekerjaan tidak sesuai harapan masyarakat. Apalagi sekarang ini tender sudah bagus bukan seperti tahun sebelumnya lelang sampai 20 persen ke 30 persen," ucapnya.
"Kalau sekarang sudah di bawa 5 persen tapi masih saja pekerjaannya asal-asalan,” sesal Hardianto.
BACA JUGA: Miliki Makna Mendalam, 6 Lagu Daerah di Sumatera Selatan Ini Wajib Kamu Tahu
BACA JUGA: Berikut 7 Bahasa Daerah di Sumatera Selatan yang juga Wajib Kamu Tahu
Dalam temuan tersebut, kata dia, pihaknya tidak akan tinggal diam mengingat pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan Simpang Aur-Muara Enim menelan anggaran APBD 2022 cukup besar.
“Jadi kami akan merekomendasikan yang kita sepakati bersama ketua komisi kepada ekskutif untuk memblacklist kontraktor serta perusahaannya,” tegas Hardianto. (*)