Rakor TPID Sumsel Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Pangan

Rakor TPID Sumsel Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Pangan

Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangkaian Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera. Foto : Istimewa--

BANYUASIN, ENIMEKSPRES.CO.ID - Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangkaian Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera yang digelar di tengah persawahan Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Pelaksanaan rakor di sentra produksi pangan tersebut menjadi simbol penguatan strategi pengendalian inflasi berbasis sektor riil.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Rapat Koordinasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) sekaligus soft launching penguatan gerakan pengendalian inflasi di wilayah Sumatera.

Herman Deru menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari hulu. 

BACA JUGA:Anomali Teori Philips dalam Hubungan Inflasi dan Ketenagakerjaan

BACA JUGA:Sekda Sumsel Ikuti Rakor Inflasi, Pemerintah Daerah Diminta Jaga Distribusi dan Stabilitas Harga

Menurutnya, stabilitas harga pangan sangat dipengaruhi oleh faktor musim, cuaca, serta kelancaran rantai pasok.

“Tema ketahanan pangan ini sejalan dengan agenda prioritas nasional, khususnya swasembada pangan. Pengendalian inflasi tidak bisa dilepaskan dari stabilitas komoditas pangan yang harganya sangat dipengaruhi musim, cuaca, dan rantai pasok,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa TPID Sumsel terus melakukan berbagai langkah konkret menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri, termasuk mengantisipasi risiko curah hujan ekstrem yang dapat memengaruhi produksi.

Salah satu upaya tersebut adalah panen raya jagung serentak di sejumlah kabupaten/kota dengan luas lahan lebih dari 270 hektare dan estimasi hasil 3–6 ton per hektare.

BACA JUGA:Sumsel Perkuat Peran Lumbung Pangan Sumatera, Siap Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem dan HBKN

BACA JUGA:Produk Pakan Hewan Sumsel Tembus Pasar Filipina, Mendag dan Wagub Cik Ujang Lepas Ekspor Perdana

Produksi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga jagung serta komoditas turunannya seperti telur dan daging ayam.

Selain itu, Pemprov Sumsel bersama TPID juga menjalankan subsidi harga dan biaya angkut, penguatan komunikasi kebijakan melalui rapat koordinasi dan high level meeting, serta optimalisasi distribusi melalui BUMD, seperti Toko KePO, Rumah Pangan Kita (RPK), dan toko penyeimbang Perumda Pasar Palembang Jaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: