Iklan Ramadan TeL

Herman Deru Sampaikan Duka Atas Wafatnya Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin

Herman Deru Sampaikan Duka Atas Wafatnya Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin

Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri Pengajian Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Raudhatul Ulum, Makodam II/Sriwijaya. Foto : Istimewa--

PALEMBANG, ENIMEKSPRES.CO.ID - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Pengajian Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Raudhatul Ulum, Makodam II/Sriwijaya, Rabu malam 25 Februari 2026.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Forkopimda, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh masyarakat Sumsel.

Acara diawali dengan salat Isya berjamaah dan dilanjutkan dengan salat Tarawih.

Sebelum takbir pertama berkumandang, Herman Deru menyampaikan kabar duka atas wafatnya Gubernur Sumsel periode 2008–2018, H. Alex Noerdin, yang meninggal dunia di Jakarta pada Rabu 25 Februari 2026 pukul 13.30 WIB.

BACA JUGA:Menhub Apresiasi Kesiapan Sumsel Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Perbaikan Jalan Dituntaskan H-10

BACA JUGA:Sekda Edward Candra Hadiri Pengajian Ramadan di OJK Sumsel, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pembangunan

Ia mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Mari kita bersama-sama mendoakan orang tua kita, kakak kita, Bapak Alex Noerdin yang telah berpulang. Beliau sosok yang pernah berdedikasi membangun daerah ini. Mari kita kirimkan Al-Fatihah, semoga beliau mendapat tempat terbaik," kata Herman Deru.

"Rencananya, jenazah akan dimakamkan besok (hari ini) di Pemakaman Kebun Bunga,” lanjut Gubernur Herman Deru.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan apresiasi kepada Pangdam II/Sriwijaya, Ujang Darwis, atas sambutan yang diberikan.

BACA JUGA:Sekda Sumsel Pastikan Operasi Pasar Murah Digelar Selama Ramadan

BACA JUGA:Safari Ramadan di Kejati Sumsel, Gubernur Herman Deru Perkuat Sinergi dengan Forkopimda

Menurutnya, ibadah di bulan suci Ramadan menjadi momentum mempererat kebersamaan serta menghilangkan sekat sosial di tengah masyarakat.

“Di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita semua setara. Tidak ada kasta dalam menjalankan ibadah. Kebersamaan inilah yang menjadi modal utama pembangunan Sumsel,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: