Doa Lintas Agama, Sumsel Perkokoh Komitmen Zero Konflik Demi Keselamatan Bangsa
Suasana khidmat menyelimuti Gedung Asrama Haji Palembang ketika Gubernur Sumsel Herman Deru memimpin masyarakat dalam Istighosah dan Doa Kebangsaan. Foto : Istimewa--
Salah satunya pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang diyakini akan menjadi pintu ekspor baru dan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Herman Deru memaparkan sejumlah capaian pembangunan Sumsel, antara lain pertumbuhan ekonomi mencapai 5,42 persen, keberhasilan program cetak sawah seluas 48.000 hektare.
BACA JUGA:Gubernur Sumsel: Rekonstruksi Jembatan Muara Lawai Bukti Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
BACA JUGA:Dukung Kesadaran Hukum Warga, Gubernur Sumsel Bantu Laptop dan Printer untuk Posbankum Desa
Serta prestasi infrastruktur yang diakui sebagai terbaik kedua di Pulau Sumatera.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan rencana pembangunan Masjid Raya Sumsel sebagai ikon religius baru.
“Semoga doa malam ini menjadi kekuatan agar semua rencana besar itu dapat terwujud demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Ketua DPD RI, Sultan Bactiar Najamudin, turut memberikan makna tersendiri.
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Ajak Masyarakat Berperan Aktif dalam Pelestarian Warisan Budaya
BACA JUGA:Staf Ahli TP PKK Sumsel Dorong Revitalisasi Dasawisma melalui GSMP di Kabupaten Muara Enim
Ia mengaku bangga melihat Sumsel tetap harmonis dan damai di tengah dinamika nasional.
“Akhlak Rasulullah adalah teladan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbangsa. Melalui istighosah ini, ukhuwah kita semakin kuat,” ujarnya.
Sultan juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi Sumsel di tingkat pusat, termasuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.
“Apa yang disampaikan Gubernur sudah saya catat. Insya Allah akan kita kawal dan perjuangkan,” tegasnya.
BACA JUGA:Provinsi Sumsel Siap Jadi Pusat Inovasi Koperasi Merah Putih
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
