TeL HUT RI

Kemarau Panjang, Petani di Muara Enim Terancam Gagal Panen

Kemarau Panjang, Petani di Muara Enim Terancam Gagal Panen

Tanaman padi di ataran Karang Agung Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim banyak yang tidak berisi akibat kekurangan pasokan air sehingga panen terancam gagal. Foto : OZI/ENIMEKSPRES.CO.ID--

MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Kemarau panjang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Muara Enim menimbulkan banyak kekhawatiran bagi para petani.

Soalnya, tanaman padi di Ataran Karang Agung Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim banyak yang tidak berisi atau gabah hampa (padi ampe) akibat kekurangan pasokan air sehingga panen terancam gagal.

Sumur bor JIAT untuk mengairi sawah di Ataran Karang Agung Desa Karang Raja tersebut ada di dua titik lokasi merupakan milik bantuan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Sungai Sumatera VIII Sumur Jiat Desa Karang Raja Muara Enim nampak berdiri, namun tahun 2026 ini sepertinya belum difungsikan dan dinikmati oleh para petani sawah tadah hujan tersebut.

Menurut Jamilah (62) petani asal Desa Karang Raja mengatakan, musim kemarau panjang saat ini menimbulkan kekhawatiran bagi para petani sawah tadah hujan di sebabkan sawah miliknya kekeringan tidak ada air.

BACA JUGA:Dorong Swasembada Pangan, Wabup Sumarni Pimpin Tanam Padi Gogo di Lahan Sawit

BACA JUGA:Dukung Swasembada, Bupati Targetkan 3 Kali Panen Padi per Tahun

Akibatnya, hasil panen padi khusus miliknya cukup dratis merosot tajam.

"Musim kemarau panjang ini kami sangat khawatir sekali, karena mayoritas kami di sini adalah petani sawah tadah hujan. Ya, bisa di lihat hasil panen padi kami merosot sangat tajam sekali kemudian bagaimana kami bisa tanam padi kembali kalau kering tidak ada air," tutur Jamilah, Selasa 25 Agustus 2026.

Jamilah menjelaskan, biasanya lahan sawah tadah hujan miliknya dapat menghasilkan gabah padi sekitar 50 sampai 60 karung gabah setiap panen padi apabila kebutuhan air di sawahnya tercukupi.

Namun kali ini, akibat musim kemarau panjang hasil panennya merosot sangat tajam hampir 60 persen.

BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Siapkan 5 Excavator Fasilitasi Masyarakat Buka Lahan Tanpa Membakar

BACA JUGA:Pasar Murah Kolaborasi Pemkab dan TP PKK Muara Enim Diserbu Warga

"Untung-untung dapat 20 karung gabah padi Pak musim kemarau ini, karena banyak padi kami Ampe (tidak berisi) akibat kekurangan air, belum lagi di makan oleh hama burung. Makanya Kami percepat panennya daripada tidak dapat sama sekali," jelasnya.

Ia menerangkan, untuk saat ini telah ada mesin pompa air bantuan dari Pemerintah namun hingga sampai saat ini alat tersebut belum kunjung dapat difungsikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: