Banjir di Gunung Megang jadi Wahana Rekreasi Dadakan
Warga Gunung Megang memanfaatkan luapan Sungai Lematang masuk ke pemukiman menjadi wahana rekreasi air dadakan. Foto : Istimewa--
MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Banjir yang melanda pemukiman masyarakat ternyata tidak selalu meninggalkan duka dan kesedihan, warga justru memanfaatkan banjir sebagai wahana rekreasi dadakan.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, warga tampak bergembira bermain air sambil menaiki pelampung di tengah kondisi banjir.
Makmur (56), salah satu warga Gunung Megang, mengatakan kondisi banjir ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya.
"Warga sudah tidak heran lagi dengan banjir tahunan ini. Jadi daripada mengeluh, warga memilih tetap bersyukur dengan kondisi ini," ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
BACA JUGA:Diguyur Hujan Deras Semalaman, Puluhan Rumah di Muara Enim Terendam Banjir
BACA JUGA:Antisipasi Bencana, Satuan Binmas Polres Muara Enim Pasang Spanduk Waspada Banjir
Makmur mengatakan, banjir kerap terjadi karena hujan deras merata terjadi di daerah uluan beberapa hari terakhir, seperti Pagaralam, Lahat, dan Muara Enim yang mengakibatkan Sungai Lematang meluap hingga merendam rumah masyarakat.
"Warga tetap siaga dan waspada untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan debit air. Rata-rata rumah warga konstruksi rumah panggung dan memiliki perahu sebagai transportasi ke darat untuk belanja dan menjemput. Jadi kondisi banjir seperti sudah hal yang biasa dan tidak kaget lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra menjelaskan, banjir yang terjadi di Kabupaten Muara Enim dipicu curah hujan tinggi dan luapan sungai sejak 2 Februari 2026.
"Sebanyak 4.466 KK terdampak, dengan rincian Kecamatan Gunung Megang 2.624 KK di 6 desa, Kecamatan Benakat 1.686 KK di 5 desa, dan Kecamatan Rambang 156 KK di 2 desa," jelas Rozieq.
BACA JUGA:Siaga Banjir, Bupati Edison Imbau Kades Aktif Komunikasi dengan Pemda
BACA JUGA:Bupati Edison Minta KAI Cari Solusi Atasi Banjir
Rozieq mengatakan, meskipun banjir mencapai ketinggian 1,5 meter di beberapa titik, tapi tidak ada laporan korban jiwa.
"Ada kerusakan fasilitas umum, banjir menggenangi 2 sekolah dasar, 1 kantor desa, dan 1 musala di Kecamatan Rambang," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: