Simulasi BCP, BP Jamsostek Muara Enim Pastikan Pelayanan Berjalan dalam Kondisi Disaster

Simulasi BCP, BP Jamsostek Muara Enim Pastikan Pelayanan Berjalan dalam Kondisi Disaster

BP Jamsostek Muara Enim gelar simulasi BCP guna Pastikan Pelayanan Berjalan dalam Kondisi Disaster--

ENIMEKSPRES.CO.ID,MUARA ENIM--- Kepala BPJS Ketenagakerjaan MUARA ENIM, Ruszian Dedy mengungkapkan perencanaan kelangsungan atau Business Continuity Planning (BCP) merupakan proses yang dirancang untuk meminimalkan gangguan pada operasi bisnis reguler.

Instruksi yang memuat informasi rinci tentang organisasi, peran, dan prosedur dengan harapan dapat mencegah dan memulihkan system jika terjadi gangguan yang disebabkan oleh faktor internal atau eksternal. 

“BCP dirancang untuk melindungi aktivitas bisnis penting dari kegagalan akibat bencana, yang dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan perusahaan untuk menjalankan proses bisnis normal. BCP adalah alat yang digunakan untuk meminimalkan risiko gangguan dan untuk mempertahankan operasi perusahaan. Serta memastikan pelayanan kepada peserta tetap berjalan pasca bencana terjadi,” terang Ruszian Dedy, kemarin (15/6/2023) saat simulasi Business Continuity Planning (BCP).

Ruszian Dedy menerangkan BCP harus diuji dan dievaluasi guna meningkatkan sistem secara keseluruhan. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi BCP kepada seluruh karyawan dan kemudian mengevaluasi hasil pelatihan.

BACA JUGA:4 Kisah Cinta Paling Fenomenal Berakhir Tragis, Nomor 3 dari Sumsel

Setelah dilakukan identifikasi beberapa kemungkinan gangguan yang dapat terjadi. Faktor geografis BPJS Ketenagakerjaan Muara Enim yang lokasi di Jln. Jend. A Yani No. 54 B Muara Enim sangat dekat dengan aliran sugai Enim memungkinkan terjadinya resiko bencana Banjir. 

Ruszian Dedy mengatakan tujuan yang pertama BCP tentunya adalah memastikan bahwa bisnis bisa lanjut beroperasi dengan baik meski ketika ada krisis yang mengguncang.

“BCP merupakan upaya untuk mengantisipasi ancaman yang dapat membahayakan kelangsungan bisnis. Semakin cepat diidentifikasi, semakin banyak persiapan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya,” jelas dia.

Selain itu, instansi maupun perusahaan juga harus mampu meyakinkan seluruh pihak bahkan peserta bahwa mereka mampu mengontrol keadaan dengan baik meskipun di tengah-tengah krisis.

BACA JUGA:Produksi 37,1 Juta Ton Batubara, PTBA Catat Laba Bersih Tertinggi Rp12,6 Triliun

Dalam Simulasi business continuity planning (BCP) melibatkan seluruh karyawan. Rangkaian simulasi ini dimulai ketika bencana banjir terjadi, evakuasi dan penyelamatan jiwa, membagi team yang berada di lokasi kerja utama dan dan lokasi kerja alternatif, laporan informasi ganguan banjir kepada Ketua Crisis Management Team (CMT).”Sampai dengan lokasi kerja alternatif dapat digunakan, proses pelayanan, kepesertaan dan pembayaran klaim dapat berjalan dengan baik,” tutur Ruzian Dedy.(@al)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: