TeL HUT RI

Mahasiswa STIK dan SIP 56 Jadi Garda Terdepan Edukasi Karhutla

Mahasiswa STIK dan SIP 56 Jadi Garda Terdepan Edukasi Karhutla

Kapolres Muara Enim membentuk langkah strategis melibatkan mahasiswa pendidikan kepolisian sebagai Satgas Edukasi, Mitigasi, dan Penanggulangan Karhutla di lapangan. Foto : Istimewa--

MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Komitmen Polres Muara Enim dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat.

Salah satu langkah strategis dilakukan dengan melibatkan para mahasiswa pendidikan kepolisian sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Edukasi, Mitigasi, dan Penanggulangan Karhutla di lapangan.

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra memberikan arahan langsung kepada siswa S2 STIK dan SIP Angkatan 56 di Mako Polsek Lembak, pada Sabtu 29 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara personel Polres Muara Enim dengan para calon pemimpin Polri dalam menghadapi ancaman karhutla yang menjadi perhatian serius, khususnya di wilayah Kabupaten Muara Enim.

BACA JUGA:Cegah Karhutla Meluas, Pemkab Muara Enim Perkuat Penanganan

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Bersama Polda dan Kejati Tangani Karhutla, 17 Tersangka Diproses Hukum

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra didampingi Waka Polres Muara Enim Kompol Toni Arman, Kabag Ops Kompol Herry Widodo, Kasat Reskrim AKP Muhamad Andiran, Kasat Intelkam AKP Eddy Tri Jauhariansyah, Kasat Samapta AKP Lukman H, Kapolsek Lembak Iptu Yopi Maswan, Kapolsek Gelumbang Budianto beserta jajaran personel.

Turut hadir siswa Dik S2-STIK Iptu Jeremy Salomo Luther Rawis, Iptu Bayu Mahardika serta siswa Dik Setukpa Leo Chrima Negara.

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas, menyampaikan keterlibatan mahasiswa STIK dan SIP Angkatan 56 merupakan bagian dari upaya membangun kepemimpinan lapangan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat sekaligus memperkuat strategi pencegahan karhutla secara terpadu.

"Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis penanganan, tetapi juga kemampuan membangun kesadaran masyarakat. Para mahasiswa STIK dan SIP 56 diharapkan mampu menjadi motor penggerak edukasi, mitigasi, serta memberikan contoh nyata kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan," ujar Kasi Humas.

BACA JUGA:Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sisir Perbatasan Cegah Karhutla

BACA JUGA:Personel Polsek Gelumbang dan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Arahan tersebut menekankan pentingnya pendekatan preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan daerah rawan kebakaran, deteksi dini titik panas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen terkait.

"Dengan demikian, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi dimulai dari upaya pencegahan yang berkelanjutan," ujar Hendri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: