Doktrin Trump Mengganti Rezim Tanpa Invasi dari Venezuela ke Iran
Bobby Ciputra. Foto : DOK--
Oleh: Bobby Ciputra (Penulis adalah Ketua AMSI - Angkatan Muda Sosialis Indonesia)
BAGAIMANA jika sebuah rezim tidak dijatuhkan melalui perang panjang, tetapi hanya dalam hitungan jam?
3 Januari 2026. Nicolás Maduro, Presiden Venezuela, diculik dari istananya hanya dalam waktu hitungan jam.
Sebulan kemudian 28 Februari 2026, Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, tewas dalam serangan udara yang berlangsung hanya dua hari.
Apakah ini kemajuan strategi militer, atau ancaman baru bagi stabilitas global ?
Berakhirnya Doktrin Bush, Lahirnya Doktrin Trump
Selama dua dekade terakhir, strategi Amerika Serikat identik dengan perang besar.
Amerika Serikat dibawah kepemimpinan George W. Bush menanggung beban dua perang yang menguras habis sumber dayanya.
Afghanistan dan Irak adalah cermin pahit dari apa yang disebut para akademisi sebagai "nation-building".
7 Oktober 2001 Amerika Serikat melakukan invasi ke Afganistan.
Perang berlangsung hampir dua puluh tahun.
Biayanya sangat mahal.
Sebanyak 2.459 tentara Amerika Serikat tewas.
Hasilnya pun tidak sepenuhnya stabil.
Hal yang sama juga terjadi di Irak.
Melakukan invasi pada tanggal 20 Maret 2003 dengan 150.000 tentara dikerahkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
