Kisah Ritno Kurniawan: Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata

Kisah Ritno Kurniawan: Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata

Ritno Kurniawan, masyarakat Desa Sejahtera Astra Nyarai kini bertransformasi menjadi pemandu wisata alam profesional, mengembangkan ekowisata berkelanjutan sambil menjaga kelestarian lingkungan. Foto : Istimewa--

ENIMEKSPRES.CO.ID - Perubahan besar di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, bermula dari satu langkah warga desa bernama Ritno Kurniawan.

Dahulu, seperti sebagian besar masyarakat di desanya, Ritno menggantungkan penghidupan dari aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan.

Kini, ia justru menjadi salah satu penggerak utama Desa Sejahtera Astra Nyarai pengembang ekowisata yang mengedepankan pelestarian alam sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Pada masa sebelumnya, sebagian besar masyarakat desa memperoleh penghasilan dari aktivitas penebangan kayu dengan pendapatan sekitar Rp100 ribu per sekali angkut, dengan frekuensi rata-rata tiga kali dalam seminggu.

BACA JUGA:Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI

BACA JUGA:Merangkai Cerita Visual bersama Xiaomi 15T Series: Ini 3 Tips Fotografi ala Konten Kreator

Aktivitas tersebut tidak hanya memiliki risiko keselamatan yang tinggi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan di kawasan lindung Bukit Barisan.

Melihat potensi alam Nyarai yang memiliki keindahan trekking, lubuk dan kolam alami, hingga jalur arung jeram, Ritno mulai mendorong pengembangan wisata berbasis masyarakat.

Melalui pendekatan yang persuasif dan pendampingan langsung di lapangan, masyarakat secara bertahap mulai terbuka terhadap peluang baru dalam pengelolaan potensi wisata alam.

“Kawasan Nyarai yang berada di wilayah Bukit Barisan I merupakan kawasan dengan potensi wisata alam yang besar," ujar Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai Ritno Kurniawan.

BACA JUGA:Siap-siap! Kemnaker Kembali Buka Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

BACA JUGA:Refleksi Diri Pasca Idul Fitri, Momentum Introspeksi untuk Menjadi Pribadi Lebih Baik

Sebelumnya sekitar 80% masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas penebangan kayu dengan risiko tinggi terhadap keselamatan serta dampak kerusakan lingkungan yang signifikan.

"Dengan pendampingan yang konsisten, masyarakat mulai terbuka dan percaya diri menjadi pemandu wisata penghasilan rata-rata mencapai Rp400–500 ribu per minggu," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: