Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
PT Pelindo Terminal Petikemas meluruskan kabar adanya antrean kapal hingga 6 hari di sejumlah terminal yang dikelola perseroan khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Foto : Istimewa --
ENIMEKSPRES.CO.ID - PT Pelindo Terminal Petikemas meluruskan kabar adanya antrean kapal hingga 6 hari di sejumlah terminal yang dikelola perseroan khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan, pelayanan bongkar muat peti kemas di TPK Lamong, TPS Surabaya, TPK Nilam dan TPK Berlian berjalan sesuai dengan perencanaan.
Menurutnya, tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.
“Kami pastikan tidak ada kapal antre hingga 6 hari lamanya untuk menunggu pelayanan di terminal peti kemas yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak,” tegas Widyaswendra, dalam rilis diterima enimekspres.co.id, Selasa 3 Februari 2026.
BACA JUGA:BPK RI dan SECO Perkuat Kerja Sama Akuntabilitas Sektor Publik
BACA JUGA:Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas
Setiap kapal yang akan melakukan kegiatan di terminal peti kemas telah memiliki jadwal kedatangan yang terencana atau berthing window system.
Selain itu, pelayanan terhadap kapal diberikan berdasarkan kebijakan operasional terminal dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, keselamatan, kondisi lapangan, serta kelancaran arus kapal secara keseluruhan.
Pada periode tertentu seringkali terjadi kepadatan aktivitas di terminal peti kemas, seperti yang terjadi saat mendekati perayaan hari besar keagamaan.
Meningkatnya jumlah muatan dan kunjungan kapal tak jarang berdampak pada pelayanan bongkar muat.
BACA JUGA:Tak Hanya Menulis, Direktur UKW PWI juga Jajal Senjata Kopassus
BACA JUGA:Tanggap Bencana Longsor Cisarua Kabupaten Bandung, BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak
Dalam kondisi demikian, pengelola terminal tetap berupaya memberikan pelayanan yang optimal bagi para pengguna jasa.
“Menunggu layanan ini dapat disebabkan beberapa faktor, bisa karena waktu kedatangan kapal yang lebih cepat atau juga bisa terlambat, jumlah muatan yang meningkat saat hari besar keagamaan, kecepatan bongkar muat dan kesiapan alat, ada juga karena faktor alam seperti cuaca ataupun menunggu air pasang,” ungkap Widyaswendra.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: