Kasus Suspek Campak di Muara Enim Capai 77 Orang, Dinkes Pastikan Tren Mulai Menurun
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Muara Enim, dr. Eni Zatila. Foto : Dok--
MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muara Enim mencatat adanya peningkatan kasus suspek campak sepanjang Januari hingga Maret 2026, yakni sebanyak 77 orang.
Hal ini seiring dengan meningkatnya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, dr. Eni Zatila, mengungkapkan secara nasional, KLB campak telah terjadi di sekitar 100 kabupaten/kota.
Bahkan, pada Januari 2026 pihaknya juga menerima surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus tersebut.
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Muara Enim Luncurkan Inovasi 'SAPA INDRAMU
BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Komitmen Hadirkan Jaminan Kesehatan Inklusif dan Berkelanjutan
"Untuk Kabupaten Muara Enim, dari Januari sampai Maret 2026 tercatat sebanyak 77 kasus suspek campak yang tersebar di 13 Puskesmas," ujar Eni, Senin 30 Maret 2026.
Eni merinci, kasus suspek tersebut antara lain berasal dari Puskesmas Tanjung Enim sebanyak 28 kasus, Puskesmas Muara Enim 19 kasus, Puskesmas Ujan Mas 13 kasus.
Kemudian, Puskesmas Gunung Megang 4 kasus, Puskesmas Beringin 3 kasus, serta masing-masing 1 hingga 2 kasus di sejumlah puskesmas lainnya seperti Gelumbang, Pajar Bulan, Panang Enim, Sugih Waras, Tanjung Agung, Sukarami, Tebat Agung, dan Benakat.
Dari total kasus tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium baru keluar untuk 15 orang, dengan rincian 2 orang dinyatakan positif campak dan 13 lainnya negatif.
BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Hadirkan Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Muara Enim Optimalkan Pengawasan Izin Edar Alat Kesehatan dan PKRT
"Kasus positif berasal dari Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul dan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung," jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan Muara Enim telah melakukan berbagai upaya, di antaranya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel serta menindaklanjuti dengan edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim terkait kewaspadaan peningkatan kasus campak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: