Sumsel Tancap Gas Tekan DBD Lewat Program Vaksinasi Anak
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi memulai babak baru dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan ditetapkannya daerah ini sebagai proyek percontohan nasional pemantauan aktif pencegahan dengue pada anak Sekolah Dasar (SD). Foto : Istim--
PALEMBANG, ENIMEKSPRES.CO.ID - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi memulai babak baru dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan ditetapkannya daerah ini sebagai proyek percontohan nasional pemantauan aktif pencegahan dengue pada anak Sekolah Dasar (SD).
Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut yang sejalan dengan target besar Pemprov Sumsel, yakni mewujudkan “Sumsel Nol DBD Tahun 2030”.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur menerima audiensi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI), Prof. Dr. dr. Mgs. Irsan Saleh, M.Biomed, beserta jajaran, di Ruang Tamu Gubernur, awal pekan kemarin.
Gubernur Herman Deru menilai, pendekatan berbasis vaksinasi dan pemantauan aktif merupakan langkah maju dalam pengendalian DBD yang selama ini masih menjadi masalah kesehatan serius.
BACA JUGA:Proyek Gedung KSJU 13 Lantai RSUD Rabain Muara Enim Siap Dibangun
BACA JUGA:RSUD Rabain Muara Enim Terima Penghargaan dari BPJS Kesehatan
“DBD tidak memandang usia maupun status sosial. Inisiatif vaksinasi ini tentu menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya para orang tua,” kata Herman Deru.
Ia menegaskan, Pemprov Sumsel siap mendukung penuh, baik dari sisi kebijakan maupun koordinasi lintas Pemerintah Daerah, demi memastikan pelaksanaan berjalan aman dan tepat sasaran.
Program ini menyasar 5.000 siswa kelas 3 SD di Kota Palembang yang berada di 10 wilayah Puskesmas dengan tingkat kasus DBD tertinggi.
Kolaborasi strategis menjadi kekuatan utama program ini, dengan melibatkan FK UNSRI dan FK Universitas Indonesia sebagai pelaksana teknis, Takeda GmbH sebagai penyedia hibah vaksin, serta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Palembang sebagai pelaksana lapangan.
BACA JUGA:DPRD Setujui Pengembangan RSUD Rabain Muara Enim dengan Catatan
BACA JUGA:Bupati Edison Paparkan Pendanaan Pengembangan RSUD Rabain Muara Enim dengan 13 Lantai
Dekan FK UNSRI, Prof. Irsan Saleh, menjelaskan program ini tidak hanya bertujuan memberikan vaksin, tetapi juga melakukan pemantauan aktif untuk menilai dampak vaksinasi terhadap penurunan kasus dengue.
“Setiap peserta akan mendapatkan pengawasan medis selama 24 jam pasca-vaksinasi melalui jejaring medis yang telah disiapkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
