PALEMBANG, ENIMEKSPRES.CO.ID - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengaku bangga atas progres pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Palembang yang kini telah mencapai 98 persen.
Fasilitas tersebut bahkan sudah mulai beroperasi dan menyuplai listrik ke PT PLN, dengan capaian yang melampaui target.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan lapangan sekaligus meninjau progres pembangunan fasilitas PSEL di Kota Palembang, Rabu lalu 4 November 2026.
Menko Pangan bersama Gubernur Herman Deru melihat langsung kesiapan fasilitas dan sarana pendukung PSEL yang ditargetkan segera beroperasi penuh dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Sumsel.
BACA JUGA:6.045 KK di Sumsel Segera Nikmati Listrik
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Pastikan Pelayanan Listrik Lebih Baik
Menko Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan, berdasarkan laporan dari pihak pengelola, pembangunan PSEL ditargetkan rampung 100 persen pada Desember 2026.
Ia berharap fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut dapat segera diresmikan.
"Alhamdulillah, setelah mendapat laporan dari pimpinan PSEL, pada bulan Desember sudah selesai 100 persen. Mudah-mudahan Desember nanti akan diresmikan," ujarnya.
Menurut Zulkifli Hasan, kehadiran PSEL menjadi solusi besar dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menimbulkan berbagai dampak buruk terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran, polusi, hingga potensi kebakaran dan bencana lingkungan.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru: Sumsel Surplus Energi, PLTU Sumbagsel-1 Perkuat Sistem Kelistrikan Regional
Sebaliknya, melalui teknologi PSEL, sampah yang selama ini menjadi persoalan dapat diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Bayangkan, dari masalah yang dampaknya luar biasa terhadap lingkungan, sekarang bisa menjadi sesuatu yang positif. PSEL ini bisa menerangi 14 ribu hingga 15 ribu rumah, dengan investasi mencapai 160 juta dolar AS serta menyerap tenaga kerja sekitar 500 sampai 600 orang," jelasnya.
Ia menegaskan, PSEL merupakan bukti bahwa melalui pemanfaatan teknologi, sampah yang sebelumnya menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan dapat diubah menjadi sumber energi yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial.