Menurut Afriansyah, evaluasi pelatihan perlu mencakup jumlah peserta dan sertifikat yang diterbitkan serta perkembangan lulusan setelah mengikuti pelatihan, termasuk kemampuan memperoleh pekerjaan atau membangun usaha secara mandiri.
BACA JUGA:Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Ditutup, Tahap Seleksi akan Dimulai pada 15 Oktober
BACA JUGA:Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja bagi 1.600 Calon Peserta
Penelusuran alumni dan masukan dari industri diperlukan untuk menilai kesesuaian pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja serta manfaatnya bagi peserta.
Ia menambahkan, kesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh pekerjaan layak harus terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, termasuk pencari kerja pemula, pekerja aktif, kelompok rentan, dan penyandang disabilitas.
“Agenda besar ke depan bertumpu pada perluasan akses, penjagaan inklusivitas, pemastian relevansi, peningkatan mutu, penguatan kolaborasi, serta pengukuran dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Afriansyah.