Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Senin 27-07-2026,14:09 WIB
Reporter : Ozi
Editor : Andre

MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim resmi membuka kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Tahun 2026, Senin 27 Juli 2026.

Kegiatan yang mengusung tema "Mengajar dengan Cinta, Mendidik dengan Teladan" ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong kualitas pendidikan madrasah.

KKG dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juli 2026, dengan menghadirkan berbagai materi yang berfokus pada penguatan profesionalisme guru serta pengembangan pembelajaran di madrasah.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim, Efi Almansyah.

BACA JUGA:Belajar dengan Cinta, Mengajar dengan Makna: Kepala Kemenag Buka KKG di MIN 1 Muara Enim

BACA JUGA:33 Siswa SD Adu Kreativitas Story Telling Bahasa Merinem

Hadir pula sebagai narasumber Tim Pengawas Madrasah Kemenag Muara Enim, Kartawi dan Ahyarudin.

Efi Almansyah menegaskan KKG merupakan forum strategis bagi para guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Menurutnya, guru dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, serta kebutuhan peserta didik yang terus berkembang.

"KKG ini adalah wadah tempat guru menempa diri. Perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk tidak berhenti belajar. Kami berharap KKG di MIN 2 Muara Enim ini benar-benar berjalan aplikatif, bukan sekadar agenda seremonial," ujarnya.

BACA JUGA:Tingkatkan Kompetensi Pendidik, 75 Kepala PAUD di Muara Enim Ikuti ToT

BACA JUGA:Hari Pertama Sekolah di Tahun Ajaran Baru, Guru MIN 1 Muara Enim Sambut Murid dengan 5S

Selain membuka kegiatan, Efi juga menyampaikan materi tentang Implementasi Moderasi Beragama di Madrasah.

Ia menekankan pentingnya nilai-nilai moderasi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang toleran, menghargai keberagaman, serta memiliki akhlak yang baik.

Efi juga mengingatkan agar sertifikat maupun piagam yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi motivasi untuk menghadirkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran.

Kategori :