Hindari terlalu banyak warna, tabel, grafik, ikon, maupun elemen visual yang membuat ATS sulit membaca isi dokumen.
Format terbaik biasanya menggunakan:
- Font standar seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman
- Ukuran font 11–12 pt
- Background putih
- Tata letak sederhana
BACA JUGA:Begini Cara Melamar Kerja Lewat Email yang Benar Agar Cepat Dipanggil HRD
BACA JUGA:Tips Menjawab 'Ceritakan Tentang Diri Anda' Saat Interview Kerja Agar HRD Tertarik
2. Menggunakan Kata Kunci Sesuai Lowongan
Keyword menjadi faktor penting dalam sistem ATS.
Misalnya jika lowongan mencantumkan:
- Digital Marketing
- SEO Specialist
- Data Analyst
- Microsoft Excel
- Leadership
Maka kata-kata tersebut perlu muncul secara natural di dalam CV apabila memang sesuai dengan kemampuan pelamar.
Semakin relevan keyword yang digunakan, semakin tinggi peluang CV lolos screening ATS.
BACA JUGA:Kamu Wajib Tahu! Ini Hal yang Tidak Boleh Ditulis di CV Agar Tidak Langsung Ditolak HRD
BACA JUGA:Kesalahan Fatal Saat Melamar Kerja yang Sering Diabaikan Pencari Kerja
3. Gunakan Format File yang Tepat
Sebagian besar perusahaan menerima format:
- DOCX
Namun, pastikan lowongan kerja tidak memiliki aturan khusus.
Jika diminta PDF, jangan mengirim JPG atau format lainnya.
BACA JUGA:Realita vs Ekspektasi Saat Melamar Kerja! Jangan Kaget dengan Kenyataan Ini