MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Dalam rangka memperkuat kepedulian warga terhadap kesehatan mata dan telinga, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muara Enim meluncurkan program inovatif bernama SAPA INDRAMU (Sayangi dan Periksa Indramu).
Program ini memanfaatkan kemajuan teknologi melalui sistem QR Code untuk mempermudah akses edukasi bagi masyarakat.
Melalui satu pemindaian sederhana, warga dapat langsung memperoleh informasi mendalam mengenai gejala gangguan sensorik, langkah-langkah preventif, hingga prosedur skrining awal.
Kepala Dinas Kesehatan Muara Enim, dr. Eni Zatila, mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya kasus gangguan penglihatan dan pendengaran yang baru teridentifikasi saat kondisinya sudah parah.
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Muara Enim Optimalkan Pengawasan Izin Edar Alat Kesehatan dan PKRT
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Muara Enim Siapkan Inovasi Daftarkan NIK Bayi Baru Lahir
"Kesadaran masyarakat seringkali terlambat, banyak yang baru memeriksakan diri ketika fungsi indra sudah menurun drastis," tutur dr. Eni pada Kamis, 26 Maret 2026.
Ia menegaskan, penanganan yang cepat dan tepat hanya bisa dilakukan jika deteksi dini berjalan optimal.
Kehadiran SAPA INDRAMU dirancang untuk menyediakan sumber informasi yang valid dan mudah dijangkau oleh siapa saja.
Inisiatif ini merupakan pilar penting dalam strategi promotif dan preventif Dinkes Muara Enim untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Muara Enim Imbau Apotek Tak Jual Antibiotik Tanpa Resep Dokter
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Muara Enim Imbau Masyarakat Waspada DBD dan ISPA
Dengan adanya akses digital ini, warga didorong untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan indra mereka.
Melalui semangat "Sayangi dan Periksa Indramu", Dinkes Muara Enim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan rutin dan memanfaatkan fasilitas edukasi yang telah disediakan.
"Pemanfaatan QR Code ini adalah upaya kami mengajak publik lebih peduli. Meski terlihat simpel, langkah pemeriksaan sejak dini sangat menentukan kualitas hidup di masa depan," pungkasnya.