Selain itu, rekayasa lalu lintas juga telah diterapkan, termasuk sistem buka-tutup di sejumlah titik tertentu.
BACA JUGA:Satgas Sidokkes Lakukan Pemeriksaan Medis, Pastikan Stamina Personel Operasi Ketupat Musi 2026
BACA JUGA:Hikmah Perbedaan Perayaan Hari Raya bagi Umat Muslim
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dalam arahannya menegaskan, arus mudik Lebaran 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025.
Meski terjadi lonjakan pergerakan masyarakat, pelaksanaan mudik dinilai tetap berjalan dengan baik dan terkendali.
Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pemudik tidak diikuti dengan kenaikan angka kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya, angka kecelakaan justru mengalami penurunan, yang menunjukkan keberhasilan pengamanan dan pelayanan seluruh pihak terkait.
BACA JUGA:H-2 Lebaran, Polisi Intensifkan Pengamanan di Pasar dan Pusat Perbelanjaan
BACA JUGA:Satgas Humas Polres Muara Enim Pasang Spanduk Imbauan Mudik Aman
“Ini menjadi keberhasilan kita bersama, seluruh stakeholder yang terlibat, baik dari TNI, Polri, kementerian, hingga pemerintah daerah yang bekerja secara sinergis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolri.
Menurutnya, pengamanan mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya besar negara untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Pengamanan tersebut juga mencakup aktivitas masyarakat di berbagai daerah, termasuk kunjungan ke tempat wisata dan pusat keramaian.
Meski demikian, Kapolri mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dievaluasi, salah satunya kemacetan yang sempat terjadi di jalur penyeberangan, khususnya di kawasan Gilimanuk.
BACA JUGA:Polres Muara Enim Berikan Binluh Kepada Masyarakat Jelang Mudik
BACA JUGA:Kapolres Muara Enim Pastikan Pengamanan Libur Lebaran Maksimal
Hal tersebut dinilai perlu menjadi perhatian untuk mengantisipasi arus balik.