“Ke depan, saya minta peta digital diperkuat, sehingga kita bisa melihat perbedaan kondisi wilayah dari waktu ke waktu,” tegasnya.
Gubernur juga menyoroti masih minimnya digitalisasi sertifikat tanah, khususnya sertifikat lama yang masih berbentuk peta merah.
“Alih media dari manual ke digital masih sangat terbatas,” ujarnya.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Targetkan Pelabuhan Samudra Tanjung Carat Jadi Legacy Ekonomi Sumsel
BACA JUGA:Safari Ramadan, Gubernur Herman Deru: Ibadah Jalan, Kinerja Tetap Maksimal
Ia menilai, masih banyak masyarakat yang belum memahami kepemilikan tanah secara pasti, termasuk titik koordinat lahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sumsel juga menerima sertifikat elektronik atas lahan aset milik pemerintah provinsi yang akan mendukung pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat.
Gubernur mengapresiasi langkah ATR/BPN dalam mempercepat sertifikasi aset daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih. Ini merupakan langkah maju yang akan kami tindak lanjuti secara cepat,” katanya.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Soroti Infrastruktur dan Dampak Kendaraan ODOL
BACA JUGA:Sumsel Siaga Penuh
Saat ini, tercatat tiga mozaik yang menjadi bagian dari pengelolaan tata ruang di Sumsel.
Gubernur menegaskan, pemerintah harus menjadi contoh dalam hal sertifikasi tanah guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas lahan.
“Pemerintah harus menjadi contoh. Untuk sertifikasi tanah, jangan ditunda lagi,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja ATR/BPN yang dinilai telah meningkatkan pelayanan serta tertib administrasi pertanahan.
BACA JUGA:Situasi Timur Tengah Memanas, Gubernur Herman Deru Imbau Warga Sumsel Tetap Tenang