AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, Ini 3 Tips Perubahan Bagi Kampus

Rabu 18-02-2026,20:15 WIB
Reporter : Citra
Editor : Andre

JAKARTA, ENIMEKSPRES.CO.ID - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sekaligus Founder Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali menyebut artificial intelligence (AI) telah menghancurkan monopoli pengetahuan yang selama ini dipegang dosen.

Bahkan kerap viral di media sosial, candaan sebagian generasi muda yang menganggap kuliah adalah scam (penipuan).

Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan pimpinan perguruan tinggi dalam Executive Workshop SEVIMA bertajuk “Lead The Future: Memimpin Orkestrasi Kampus Berdampak dengan Artificial Intelligence (AI) dan Kurikulum Outcome Based Education (OBE).”

Bagi Prof. Rhenald Kasali, ini adalah wake-up call (panggilan) bagi kampus untuk segera berubah.

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Siswa Sekolah Libur Sepekan

BACA JUGA:Menko AHY dan Wagub Cik Ujang Hadiri Wisuda ke-182 Unsri, Ajak Lulusan jadi Penggerak Pembangunan

“Sekarang, dosen bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan. GenZ sudah punya orang cerdas kepercayaan di sini. Dia lebih percaya yang disini. AI bisa menjelaskan lintas disiplin. Jadi kalau kita tidak melakukan apapun, AI sudah siap menghancurkan monopoli pengetahuan dari dosen,” ujar Rhenald dalam Executive Workshop SEVIMA, di Rumah Perubahan, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.

Untuk berubah, pendidikan yang dulunya adalah proses menyalurkan ilmu dari dosen kepada mahasiswa, harus diubah.

Yaitu untuk mengonstruksi manusia, membentuk dan mengembangkan potensi individu sesuai dengan keunikan masing-masing.

BACA JUGA:Menko AHY Tinjau Rusun Mahasiswa Unsri Palembang

BACA JUGA:Bupati Edison Teken Kerja Sama S2 Gratis untuk Guru Muara Enim

Untuk mendiskusikan problematika ini, hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Dr. Henri Togar H. T., M.A., Guru Besar Universitas Indonesia dan penggagas Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., serta para pakar sebagai narasumber.

Acara ini juga dibuka secara hybrid oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, Menteri Agama, dan berbagai pejabat tinggi lainnya diikuti oleh ratusan rektor dari seluruh Indonesia.

Berikut 3 tips bagi perguruan tinggi untuk segera berubah di era perkembangan AI:

BACA JUGA:Wabup Sumarni Dorong Regenerasi Kepemimpinan Pemuda Berkarakter dan Berintegritas

Kategori :