Ada 'RUPIAH' Dibalik Sampah Plastik: Langkah Baru Masyarakat Jaga Kelestarian Laut

Kamis 12-02-2026,21:12 WIB
Reporter : Citra
Editor : Andre

PULAU DERAWAN, ENIMEKSPRES.CO.ID - Tingginya kunjungan wisatawan ke Kepulauan Derawan tidak hanya menjadi berkah bagi ekonomi masyarakat Derawan, tetapi juga menghasilkan volume sampah yang tinggi.

Pada puncak musim liburan, kegiatan turisme di Pulau Derawan dapat menghasilkan 46.105,1 kilogram per harinya dari sampah non-rumah tangga, termasuk hotel dan penginapan.

Berdasarkan data dari Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) tahun 2022, jumlah sampah plastik yang mencemari laut Indonesia telah mencapai 398.000 ton.

Selain berdampak pada kegiatan pariwisata, plastik yang menjadi sampah laut memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan laut.

BACA JUGA:Kemnaker Gandeng Shopee Latih 100 Instruktur BLK soal Digital Marketing dan Shopee Affiliate

BACA JUGA:Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru untuk Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas

Satwa laut seperti ikan, burung, dan mamalia sering kali salah mengira sampah plastik sebagai makanan.

Ketika satwa ini menelan plastik, mereka dapat mengalami masalah kesehatan serius seperti sumbatan saluran pencernaan, penurunan kemampuan makan, dan kematian.

Atas dasar tersebut, WWF-Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, membangun TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Pulau Derawan yang dinamai “RUPIAH” (Rumah Pilah Sampah).

Pembangunan TPS3R telah dimulai sejak September 2025 dan fasilitas ini segera dioperasikan setelah diresmikan.

BACA JUGA:Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru untuk Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas

BACA JUGA:164 TKA Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar

Di dalamnya akan dilengkapi dengan kantor tim operasional, gudang penyimpanan alat, dan ruang pengelolaan sampah.

Sejumlah peralatan penunjang juga telah tersedia, sehingga TPS3R bisa langsung berjalan.

“RUPIAH” ini bukan hanya tempat mengolah sampah, tetapi juga media edukasi, menumbuhkan kesadaran, dan kebanggaan masyarakat terhadap kebersihan serta keberlanjutan pariwisata Pulau Derawan.

Kategori :