Cik Ujang mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel telah menyalurkan bantuan keuangan kepada desa-desa se-Sumsel pada tahun 2025, salah satunya dialokasikan untuk pencegahan peredaran narkoba di pedesaan.
BACA JUGA:Napak Tilas Dakwah Kiai Marogan, Gubernur Herman Deru: Warisan Ulama Harus Terus Dihidupkan
BACA JUGA:Herman Deru-Cik Ujang Komitmen Jaga Kesejahteraan ASN di Tengah Efisiensi
“Ini semua kita lakukan untuk mewujudkan Sumsel Bersinar, bebas dari narkoba,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumsel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lahat yang telah menjadi tuan rumah Deklarasi Indonesia Bersinar.
Ia berharap deklarasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto menegaskan, narkoba kini telah masuk hingga ke desa-desa.
BACA JUGA:Program MBG di Sumsel Dipercepat, 1,4 Juta Penerima Manfaat Telah Terlayani
BACA JUGA:Mulai 1 Januari 2026, Pemprov Sumsel Tegas Berlakukan Jalan Khusus Angkutan Batu Bara
“Ini menjadi lampu kuning bagi kita semua. Musuh kita saat ini bukan penjajah, melainkan narkoba dan judi online,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan narkoba sebagai musuh utama bangsa dan bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini.
Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Setyo, menambahkan ancaman narkoba merupakan persoalan serius yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.
“Kegiatan hari ini membuktikan kehadiran negara dalam pemberantasan narkoba. Narkoba bahkan sudah masuk ke lingkungan rumah kita,” ungkapnya.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Ajak Petani Sumsel Masuk Era Pertanian Modern Berbasis Hilirisasi
Ia menekankan bahwa tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, upaya pemberantasan narkoba tidak akan berjalan maksimal.