Intinya, yang dilarang menggunakan Pertalite dan Solar adalah orang yang mampu.
Namun kehebohan muncul ketika spesifikasi kendaraan yang dilarang isi Pertalite menyasar di atas 1.400 cc, dan motor di atas 250 cc.
Walaupun keputusan tersebut belum final karena masih dalam pembahasan, Arifin Tasrif menegaskan aturan baru dibuat supaya ada pengaturan penggunaan BBM subsidi berupa Pertalite dan Solar subsidi agar tepat sasaran.
BACA JUGA:Tata Cara Beli BBM Pertalite dan Solar 2023 Pakai MyPertamina, Simak di Sini
BACA JUGA:Kamu Wajib Tahu, Ini 7 Rumah Adat di Sumatera Selatan, Salah Satu Gambarnya Tercetak di Uang Rupiah
Dikutip dari CNBCIndonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif juga menyampaikan ke depan harus ada pengaturan penggunaan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi agar tepat sasaran.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga mencatat, konsumen yang mendaftarkan kendaraan di MyPertamina sebagai pengguna BBM Pertalite dan Solar Subsidi itu sudah mencapai 3,2 juta unit kendaraan.
Secretary Corporate Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengungkapkan jumlah tersebut khusus untuk kendaraan roda empat.
"BBM masih sekitar 3,2 juta kendaraan yang terdaftar (MyPertamina). Hanya roda empat. (Roda) Dua belum," kata Irto.
BACA JUGA:Tata Cara Membeli BBM Pertalite dan Solar 2023, Cek Lengkap di Sini
BACA JUGA:HUT Ogan Ilir Sumatera Selatan, 700 Pemancing Perebutkan 1 Unit Sepeda Motor, Hasilnya
Tata Cara Transaksi Solar Subsidi Atau Pertalite untuk Roda 4
PT Pertamina Patra Niaga membuka pendaftaran bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang telah dilaksanakan mulai 1 Juli 2022 lalu di beberapa kabupaten/kota.
Ini diharapkan data diri dan kendaraan konsumen yang berhak mendapatkan BBM subsidi sudah terdaftar semua.
Apabila konsumen sudah melengkapi data diri dan kendaraan, serta mendapatkan QR Code, langkah selanjutnya ialah tinggal melakukan pengisian BBM Subsidi di SPBU.