Plt Sumarni Minta Posyandu jadi Ujung Tombak 6 SPM
Pengukuhan Ahmad Yani sebagai Plt Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Muara Enim Masa Bakti 2025–2030 dan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten. Foto : Istimewa--
MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim Sumarni, dengan tegas meminta Posyandu sebagai ujung tombak 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Penegasakan itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini saat pengukuhkan Ahmad Yani sebagai Plt Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Muara Enim Masa Bakti 2025–2030, Selasa 20 Oktober 2026.
Pengukuhan yang berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Muara Enim tersebut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
BACA JUGA:Ketua TP PKK Sumsel Ajak Ibu Rutin Bawa Balita ke Posyandu Demi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Optimal
BACA JUGA:Dinkes Muara Enim Latih 31 Kader Posyandu Keterampilan Dasar Kesehatan
Dalam arahannya, Sumarni menegaskan Posyandu harus bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus ujung tombak dalam mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
"Peran Posyandu tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga perlu diperluas untuk mendukung enam bidang pelayanan dasar, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial," ujar Sumarni.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Sumarni menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
"Optimalisasi peran Posyandu membutuhkan dukungan seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, serta para pemangku kepentingan terkait," jelasnya.
BACA JUGA:Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kendalikan AIDS, TBC, dan Malaria
BACA JUGA:DBD di Muara Enim Capai 320 Kasus
Selain penguatan kelembagaan, Sumarni juga meminta Tim Pembina Posyandu berperan aktif dalam menangani sejumlah persoalan strategis daerah, terutama percepatan penurunan angka stunting dan pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Dalam upaya menekan angka stunting, kader Posyandu diharapkan mengoptimalkan pemantauan status gizi masyarakat, khususnya ibu dan anak," pintanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
