Muara Enim Dikepung Asap, Kualitas Udara Tidak Sehat
Suasana dalam Kota Muara Enim sedikit berkabut akibat asap sehingga menyebabkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 112 atau masuk dalam kategori tidak sehat. Foto : OZI/ENIMEKSPRES.CO.ID--
MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Kabut asap tebal menyelimuti Kota Muara Enim, menyebabkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 112 atau masuk dalam kategori tidak sehat, Jumat 9 Oktobet 2026.
Penurunan kualitas udara ini diduga dipicu oleh akumulasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) lokal, asap kiriman dari kabupaten tetangga, serta debu dari proyek pembangunan jembatan layang.
Pantauan dilapangan, kabut asap terlihat sedikit pekat bila dibandingkan hari sebelumnya sehingga jarak pandang sekitar 50 - 100 meter.
Selain itu, aroma asap terbakar sesekali terhirup terutama pada malam hari saat sedang istirahat tidur.
BACA JUGA:Antisipasi Asap Karhutla, Muara Enim Siaga 123 Hari
BACA JUGA:Karhutla Hanguskan 3 Hektare Sawah di Desa Petanang Muara Enim
Namun meski Kabut asap agak tebal, tetapi aktifitas warga masih berjalan normal terutama untuk anak-anak sekolah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim, Rinaldo, mengatakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Muara Enim hari ini berada di angka 112, yang masuk dalam kategori Tidak Sehat.
Kondisi kabut asap ini dipicu oleh akumulasi partikel polutan seperti PM 2,5, PM 10, dan SO₂ akibat Karhutla, kiriman asap dari kabupaten tetangga, serta dampak debu konstruksi lokal.
Lanjut Rinaldo, berdasarkan standar Kementerian Lingkungan Hidup, untuk pembagian kategori nilai ISPU yakni 0 – 50 (Sehat), 51 – 100 (Sedang), 101 – 200 (Tidak Sehat), 201 – 300 (Sangat Tidak Sehat), dan 300 keatas (Berbahaya).
BACA JUGA:Tim Gabungan BPBD dan Damkar Muara Enim Padamkan Karhutla Seluas 4 Hektare di 3 Lokasi
BACA JUGA:Dinkes Muara Enim Pastikan Pengobatan Gratis, 2 Posko Karhutla Disiagakan
"Untuk di Kota Muara Enim saat ini adalah 112, jika dilihat dari standar, itu masuk dalam kategori tidak sehat," ujar Rinaldo.
Dijelaskan Rinaldo, ada beberapa faktor penyebab utama penurunan kualitas udara, yakni Karhutla Lokal di mana sebelumnya telah terjadi Kebakaran Lahan pada tanggal 6–7 Oktober di lokasi Merapi (masuk wilayah Hutan Kalamuddin dan mendekati TPA Bukit Kancil), serta kebakaran pada 8 Oktober malam di sekitar tambang Job Site MTBU Pama IUP PTBA.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
