5 Hari PDAM Mati, Warga Terpaksa Beli Air
Warga terpaksa membeli air menggunakan tandon berkapasitas 1.200 liter dengan harga sekitar Rp150 ribu karena distribusi air bersih dari Perumdam Lematang Enim terhenti. Foto : Istimewa--
MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, mengeluhkan terganggunya distribusi air dari Perumdam Lematang Enim yang sudah berlangsung selama 5 hari.
Salah seorang warga, Makmur Maryanto (58), mengatakan aliran air PDAM sempat kembali mengalir, namun tidak lama kemudian kembali mati.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
"Sudah 5 hari mati. Kemarin hidup, terus mati lagi," ujar Makmur, Senin 14 September 2026.
BACA JUGA:Bupati Edison Cari Direktur PDAM Lematang Enim yang Kompeten untuk Benahi Perusahaan
BACA JUGA:Anggota DPRD Muara Enim Ini Usulkan Intake PDAM Gunung Megang Dialihkan ke Sungai Lematang
Untuk memenuhi kebutuhan air, Makmur mengaku terpaksa membeli air menggunakan tandon berkapasitas 1.200 liter.
Satu kali pengisian air tersebut harus dibelinya dengan harga sekitar Rp150 ribu.
"Sudah beli air tandon Rp150 ribu per tandon 1.200 liter," katanya.
Ia berharap Perumdam Lematang Enim segera memberikan solusi dan kepastian terkait gangguan distribusi tersebut.
BACA JUGA:Pelanggan Keluhkan Distribusi Air PDAM Keruh
BACA JUGA:Jabat Plt Direktur PDAM, Subroto Diperintahkan Segera Perbaiki Pelayanan dan Tambah Pelanggan
Menurutnya, masyarakat tetap membayar tagihan air, sehingga pelayanan yang diterima diharapkan sebanding dengan kewajiban pelanggan.
"Kami berharap ada tindakan dan solusi dari PDAM, karena bayar terus, tapi harus sebanding dengan pelayanannya," keluhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
