Pemkab Muara Enim Dorong Perempuan Mandiri dan Berdaya Saing

Pemkab Muara Enim Dorong Perempuan Mandiri dan Berdaya Saing

Asisten Administrasi Umum Setda Muara Enim H. Risman Effendi membuka Pelatihan Keterampilan Makeup Profesional bagi peserta Program Kesetaraan Tahun 2026 di Aula Kabupaten Layak Anak DPPPA Muara Enim. Foto : Istimewa--

MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim terus berupaya mendorong meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya kaum perempuan, melalui berbagai program pemberdayaan.

Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Keterampilan Makeup Profesional (Beauty Education and Professional Makeup Workshop) bagi Murid Program Kesetaraan Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Kabupaten Layak Anak (KLA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Muara Enim diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Muara Enim H. Risman Effendi.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Bukit Asam melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

BACA JUGA:Dinas PPPA Muara Enim Tetap Anggarkan Biaya untuk Visum dan Mediko Legal

BACA JUGA:Dinas PPPA Muara Enim Ajak Siswa jadi Pelopor Anti Perundungan

Asisten Administrasi Umum menegaskan, pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara tanpa memandang gender.

"Namun, dalam prakteknya masih banyak perempuan yang menghadapi hambatan sosial dan ekonomi sehingga tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal," ujar Risman.

Menurutnya, program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C telah menjadi solusi alternatif dalam menuntaskan wajib belajar.

Akan tetapi, ijazah kesetaraan saja belum cukup untuk menjamin perempuan mampu bersaing di dunia kerja.

BACA JUGA:Dinas PPPA Muara Enim Latih Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan

BACA JUGA:Kemnaker–Kowani Perkuat Sinergi untuk Peningkatan Keterampilan dan Akses Kerja Perempuan

"Masih banyak perempuan peserta program kesetaraan yang minim keterampilan praktis. Tanpa keahlian khusus, mereka rentan terjebak dalam kemiskinan struktural. Karena itu diperlukan intervensi nyata melalui pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan daya saing ekonomi perempuan," ungkap Risman.

Risman menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen menekan ketimpangan pendidikan dan ekonomi melalui sinergi antara pendidikan nonformal dan pelatihan kerja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: