Jabatan Bisa Dicopot, Kepercayaan Tak Mudah Dipulihkan
Marshal. Foto : DOK--
Oleh: Marshal (Penulis adalah Pengamat Sosial, Politik, dan Budaya)
KEPUTUSAN Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta dua wakilnya menjadi salah satu peristiwa politik dan birokrasi yang menyita perhatian publik.
Bukan semata karena jabatan yang ditinggalkan, melainkan karena lembaga tersebut memegang amanah besar: mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program strategis yang menyentuh langsung kehidupan jutaan anak Indonesia.
Bagi sebagian orang, pergantian pejabat adalah hal yang biasa dalam pemerintahan.
Namun dalam kasus ini, pesan yang muncul jauh lebih dalam daripada sekadar pergantian nama di kursi kekuasaan.
Pemerintah menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah langkah mendadak.
Evaluasi dilakukan dalam rentang waktu yang panjang.
Berbagai catatan ditemukan, mulai dari kedisiplinan menjalankan standar operasional, tata kelola organisasi, hingga pengawasan terhadap kualitas makanan yang menjadi inti program.
Di sinilah letak persoalan sesungguhnya.
Negara boleh memiliki anggaran besar.
Pemerintah boleh memiliki program ambisius.
Namun tanpa disiplin, integritas, dan tata kelola yang kuat, tujuan mulia sebuah kebijakan dapat kehilangan arah.
Sebab keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar dana yang digelontorkan, melainkan seberapa serius amanah itu dijalankan.
Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar proyek pemerintah.
Ia adalah investasi masa depan bangsa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: