Literasi Keuangan dan Pemulihan Sumatera
Kegiatan literasi keuangan yang digelar AAJI bersama Kick Andy Goes to Campus di BINUS University Alam Sutera diikuti ratusan mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, dan peran asuransi. Foto :--
TANGERANG, ENIMEKSPRES.CO.ID - Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesiapan finansial masyarakat menghadapi risiko kehidupan.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia pada 2025 mencapai 66,46 persen, meskipun meningkat dari tahun sebelumnya.
Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga masyarakat belum memiliki pemahaman keuangan yang kuat, terutama dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi yang menjadi fondasi pengambilan keputusan finansial yang tepat.
Di sisi lain, di akhir tahun 2025 bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan longsor telah menyebabkan kerusakan besar di Pulau Sumatera.
BACA JUGA:Berkah Ramadan, YBM PLN EPI Salurkan 300 Bingkisan Lebaran untuk Warga
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipublikasikan, jumlah rumah rusak akibat banjir dan longsor di Sumatera mencapai sekitar 186.488 unit pada 16 Desember 2025, dengan sebagian besar kerusakan terjadi di Provinsi Aceh, disusul Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dampak sosialnya juga sangat luas, yaitu ratusan korban meninggal, puluhan ribu orang mengungsi, dan jutaan warga mengalami gangguan akses terhadap layanan dasar.
Dua realitas ini menunjukkan bahwa kesiapan finansial dan ketahanan sosial bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Menjawab tantangan ini, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bekerja sama dengan Kick Andy Goes to Campus menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan di BINUS University Alam Sutera.
BACA JUGA:Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3
BACA JUGA:Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj RI Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
Acara yang diikuti sekitar 300 mahasiswa, dosen, dan perwakilan perusahaan anggota AAJI ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, serta peran asuransi sebagai instrumen perlindungan jangka panjang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari Program Industry Social Responsibility (ISR) Kebaikan Berkelanjutan, di mana 15 perusahaan anggota AAJI menghimpun dana sebesar Rp734.850.000 untuk mendukung pemulihan di wilayah terdampak bencana Sumatra dengan estimasi 1.605 penerima manfaat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
