Nataru PT TeL

Warga Keluhkan Bus Karyawan Sebabkan Kemacetan

Warga Keluhkan Bus Karyawan Sebabkan Kemacetan

Ruas jalan di wilayah Kecamatan Lawang Kidul macet yang disebabkan oleh bus angkutan karyawan. Foto : Istimewa--

MUARA ENIM, ENIMEKSPRES.CO.ID - Warga Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, mengeluhkan keberadaan bus angkutan karyawan tambang yang sering menyebabkan kemacetan di jalan.

Pasalnya, bus antar jemput karyawan tambang batu bara tersebut, menaikkan dan menurunkan karyawan dipinggir jalan, bukan dikantong parkir.

"Setiap pagi mau berangkat kerja suka terlambat karena terjebak macet gara-gara bus karyawan yang berhenti menjemput atau menurunkan di pinggir jalan raya," ujar Yansah, salah satu warga pengguna jalan, Selasa 6 Januari 2026.

Yansah mengungkapkan, kemacetan paling parah dirasakan mulai dari depan Bank Mandiri Tanjung Enim hingga SPBU Desa Lingga dan depan SPBU.

BACA JUGA:Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Lilin Musi 2025 Polres Muara Enim Atur Arus Lalin di Titik Rawan Kemacetan

BACA JUGA:Pelantikan dan Peresmian PPPK Pemkab Muara Enim Timbulkan Kemacetan Parah

"Bus karyawan ini kadang menumpuk beriringan, belum lagi yang parkir sembarangan di pinggir jalan," ungkapnya.

Dirinya berharap kepada Pemkab Muara Enim untuk menindak tegas bus angkutan karyawan yang menyebabkan keresahan hingga kemacetan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bupati Muara Enim, H. Edison, menyampaikan dirinya telah menginstruksikan dinas terkait untuk berkoordinasi dengan Perusahaan terkait hal tersebut.

"Kalau perlu kita siapkan lahan khusus agar bus karyawan tidak lagi menyebabkan kemacetan," ujar Edison.

BACA JUGA:Anggota DPRD Muara Enim Minta Bupati Bentuk Satgas Angkutan Batu Bara

BACA JUGA:Muara Enim Zero Angkutan Batu Bara

Menurut Edison, dengan adanya lahan khusus ini bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Muara Enim.

"Jadi masyarakat teratasi kemacetannya, Perusahaan bisa ditampung, kita mendapatkan PAD," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: